Maksud Paranormal & Parapsikologi

Paranormal

Paranormal berasal dari bahasa Yunani. ‘Para’ ertinya ‘di luar’ atau ‘melampaui’, dan normal. Jadi dari asal katanya, paranormal bererti sesuatu di luar normal atau melampaui hal-hal normal. Secara definisi, paranormal adalah istilah yang digunakan untuk segala jenis fenomena psikis, pengalaman atau kejadian yang terlihat memiliki hubungan dengan jiwa (psiko) atau pikiran (mind),dan yang tidak dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip fizik. Ada juga yang mengatakan, Paranormal adalah suatu kegiatan yang melibatkan indera khusus dalam berhubungan dengan alam ghaib. Dalam menjalani kemampuannya seorang paranormal memerlukan penggunaan indera dengan indera khusus di luar panca inderanya atau sering disebut dengan sixth sense. Hal ini disebabkan objek yang ingin dihubungi bersifat ghaib yang tidak dapat diraih oleh manusia biasa, tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan memerlukan indera khusus untuk berkomunikasi dengan mereka. Hubungan paranormal dengan ESP Di dalam ESP mempelajari penginderaan khusus bagi manusia-manusia tertentu. ESP dapat diertikan sebagai sensor maklumat yang diterima oleh individu melebihi lima panca inderanya iaitu mencium, melihat, merasa, mendengar, dan meraba. Kemampuan ini dapat menyediakan informasi dalam bentuk waktu saat ini, masa lalu dan masa depan. Oleh karena itu paranormal dan ESP erat kaitannya. Dalam penggunaan kemampuan paranormal, individu tersebut memerlukan ESP dalam menjalaninya. Sehingga keperluan akan ESP sangat penting bagi seorang paranormal.

Parapsikologi

Istilah parapsikologi itu pada akhir abad ke-19 mula-mula digunakan oleh M. Dessoir. Awalan “para”, yang juga digunakan dalam ilmu kesehatan seperti istilah paramedik, para-typhus, bererti “di samping”. Oleh karena itu gejala-gejala paranormal adalah gejala-gejala yang terjadi di samping gejala-gejala yang normal menurut tinjauan pikiran lumrah (common sense experience) (Kartoatmodjo, 1985). Dengan demikian maka parapsikologi menghendaki agar gejala-gejala yang “ghaib” pada manusia tersebut diteliti secara “ilmiah”. Jadi, parapsikologi adalah penelitian yang mempelajari fakta-fakta tentang fenomena paranormal (Kartoatmodjo, 1985). Kebanyakan ilmuwan mencuba untuk mengamati fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Semua ilmuwan yang lainnya membawa kita menjauh dari tahyul dan pemikiran ghaib, dimana parapsikologi cuba untuk menemukan dasar ilmiah untuk hal-hal seperti kemampuan meramal dan perantara atau medium (Carrol, 2001). Secara ringkasnya…. Parapsikologi adalah kajian ilmiah tentang fenomena psi. Dalam parapsikologi, fenomena psi betul-betul dipelajari dalam prosedur penelitian ilmiah yang ketat dan terukur. Berbagai pusat penelitian tentang psi ada di berbagai universiti di dunia, misalnya di Duke University, Amerika Syarikat (pada tahun 1930-an berdiri makmal parasikologi pertama di dunia di universiti ini. Jb Rhine, pengasas, kemudian dikenal sebagai bapa parapsikologi moden), dan di Edinburg Universiti, Scotland. Bahkan universiti dunia, sekelas universiti Harvard dan Stanford, di Amerika Syarikat, menawarkan juga kajian tentang psi. Kelompok kajian tentang psi yang pertama kali berdiri adalah Society for Psychical Research, pada tahun 1882 di London, Inggris. Menyusul dua tahun kemudian berdiri kelompok kajian serupa di Boston, Amerika Syarikat. Sejak saat itu pula sampai hari ini, penelitian tentang psi masih belum meyakinkan  orang ramai tentang keberadaannya. Bahkan sebagian ilmuwan jelas-jelas menolak bahawa psi itu ada. Namun meskipun masih kontroversi di kalangan ilmuwan, rakyat kebanyakan umumnya mempercayainya. Meskipun, seperti kita ketahui ada banyak fenomena psi. Para ahli parapsikologi biasanya hanya berkonsentrasi mempelajari empat macam yang utama saja, yakni telepati, clairvoyance, prekognisi dan psikokinesis. Fenomena psi yang lain belum mendapatkan perhatian yang memadai. Bahkan meskipun diketahui bahwa fenomena psi ditemukan hampir disemua budaya. Boleh dibilang tidak ada budaya yang tidak mengenal psi. Di masyarakat, berkembang juga berbagai macam ilmu tentang astrologi, sihir, dan silap mata. Namun, hal-hal tersebut bukan kajian ilmiah sehingga harus dibezakan dengan parapsikologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s