Kembalinya Guru yang di sayangi Almarhum Syeikh Jamhuri.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci Mekkah. Seorang ulamanya, Asy-Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makky, dikabarkan tutup usia. al-Banjari al-Makky? Ya, beliau adalah ulama asal dan kelahiran Banjarmasin, yang sekarang menetap di Mekkah.

Wartawan: Khairil Anwar

DISPLAY atau foto profil sejumlah pengguna blackberry messenger, Selasa (28/4) kemarin tampak menampilkan foto Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makky. Ditelusuri lebih jauh, ternyata ulama kelahiran Banjarmasin yang kini menetap di Mekkah tersebut, dikabarkan berpulang ke Rahmatullah.

Informasi ini pun rupanya juga telah dikabarkan di jejaring sosial di facebook. Seperti akun facebook Haji Iwan-Tm Kandangan. “Kita kembali berduka dengan meninggalnya seorang ulama Mekkah yg berasal dari Banjarmasin yaitu Asy-Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makky. Semoga beliau diberikan Allah karunia Rahmat dan Pahala yg berlipat atas semua yg telah beliau berikan… Al-Fatihah,” infonya sembari menautkan foto Syekh Ahmad Jamhuri duduk di sebuah kursi.

Informasi tersebut diperkuat lagi dengan kabar yang disampaikan Musnid (orang yang meriwayatkan hadits berikut sanadnya) ASEAN asal Sumatera, Muhammad Husni Ginting, juga melalui akun facebook.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji`un, saya tadi dengar kabar dari Akhi fillah Fathoni dari Makkah, bahwa Syeikh Ahmad Jamhuri Al Banjari telah meninggal dunia. Mari sama2 kita baca al-Fatihah dan berdoa agar Syeikh ditempatkan di surga. AAMIIN, berita ini saya tulis masih di dalam Kuala Lumpur Airport,” tulisnya.

Informasi yang sedikit lebih mendetail, disampaikan melalui broadcast messenger oleh menantu Tuan Guru KH Ahmad Bakeri, yakni H Ahmad Marzuki bin KH Ahmad Supian. Dalam broadcastnya Haji Ahmad menyampaikan Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makky berpulang sekitar pukul 14.00 waktu Mekkah, atau ba’da Maghrib kemarin waktu Indonesia.

Sekilas tentang Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makki, dari Wikipedia diterangkan, beliau dilahirkan di Kota Banjarmasin pada tahun 1940.

Sebelum pergi menunaikan haja yang kemudian terus bermustautin (tinggal di suatu tempat dengan niat untuk menetap selamanya di situ, red) pada 1963, Tuan Syekh Ahmad Jamhuri al-Banjari al-Makki mengaji di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan menikah pada 1960.

Diantara guru-guru dari Syekh Ahmad Jamhuri di Mekkah, yakni Syeikh Hassan Masysyath, Syeikh Muhammad al-‘Arabiy, Syeikh Sayyid ‘Alawi al-Maliki, Syeikh Sayyid Amin Kutbi, dan mulai mengaji dengan Sayyid Ismail Zen al-Yamani sejak tahun 1970 (1391 H).

Selain berdakwah secara lisan, Tuan Syekh Ahmad Jamhuri juga banyak menuliskan buku atau kitab. Diantaranya mengenai siapakah yang mewarisi syurga dan yang memasuki api neraka, hukum tertawa dan senyum, kasidah seharum wangi pujian atas Nabi sebaik makhluk Illahi, dan kewajiban muslim terhadap Alqur’an karim.

Sementara itu, di grup facebook “Para Pecinta Abah Guru Sekumpul”, akun facebook Qalbun Salim memberikan informasi lebih terperinci lagi. Syekh Ahmad Jamhuri disebutkan memiliki nama lengkap Ahmad Jamhuri bin Jaharis bin Marqasim bin Nuruddin bin Manku.

Beliau dilahirkan di Kota Banjarmasin, tepatnya Kampung Alalak Tengah pada tahun 1940 M. Pada usia kurang lebih lima tahun, ayah beliau wafat (waktu zaman penjajahan Jepang), ditangkap karena di tuduh simpatisan NICA.

Di bawah umur 10 tahun, Syekh Ahmad Jamhuri disebutkan sudah mengkhatam dengan bimbingan kakek dan nenek beliau (Marqasim dan Anis).

Beliau kemudian menjadi seorang anak yang cinta agama, sebab kakek neneknya melaksanakan Sunnah Rasul, yang menyiapkan cambuk tergantung untuk menakuti anak cucunya yang malas sembahyang atau malas membaca Alqur’an.

Mengenai pendidikan, disebutkan, sesudah SD kelas 3 sampai dengan tsanawiyah bersekolah di Darussalam, Martapura. Pada tahun 1960 M beliau memasuki hidup baru.

Lalu pada tahun 1963 M beliau menunaikan ibadah haji sekaligus melanjutkan pendidikan di Darul ‘Ulum Makkah sampai selesai ‘Aliyah. Selain itu beliau juga menjadi santri di Masjidil Haram dan majelis ta’lim.

Selama bermukim di Arab Saudi, beliau meneruskan hobi belajar sambil kerja di musim haji di bidang santapan rohani dan jasmani. Selain itu beliau juga meluangkan waktunya untuk mengajar murid-muridnya yang belajar kepadanya serta memberi jamuan minuman (teh) sehabis pengajian selesai.

Berpulang kerahmtullah: Pada hari Senin (1 Rajab 1436 H/ 20 April 2015 M) beliau berpuasa, hingga menjelang buka puasa bersama keluarga, beliau terlihat seperti biasa dan melaksanakan shalat Magrib.

Hingga satu jam setelahnya, beliau pingsan tak sadarkan diri di kasur dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga.

Sejak itulah beliau koma dan tak sadarkan diri, selama satu minggu hingga tiba hari Senin berikutnya, yaitu setelah Zuhur (8 Rajab 1436 H / 27 April 2015 M, beliau menghadap Sang Khaliq pada Usia 75 Tahun.

Semoga Rahmat dan Magfirah Allah SWT selalu tercurah kepada beliau… Semoga Allah SWT senantiasa memberikan tempat terbaik untuk beliau. Aamiin.()

Sumber: http://www.optimaintermedia.com http://www.mediakalimantan.com/artikel-4597-syekh-jamhuri-albanjari-tutup-usia.html#ixzz3ZDsQCK7d

p/s: teringat kenangan semasa mengambil sanad dan ziarah ke rumahnya di mekah pada tahun 2014 semasa program umrah. Alfatihah

rujukan pos yang lalu https://tenagadalamilahi.wordpress.com/2013/03/15/sanad-ijazah-kiyai-ahmad-jamhuri/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s