MENJEMPUT REZEKI VS MENCARI REZEKI

Alhamdulillah masih lagi bernafas di muka bumi Allah ini. Saya dapat banyak emel dan sms keluhan mereka-mereka yang mempelajari berbagai-bagai ilmu hikmah, asmak dan tenaga dalam untuk menjadi kaya tetapi masih tetap susah. Persoalannya adalah bagaimana nak kaya . Baru-baru ini berjumpa seseorang yang saya anggap guru dan dia memberitahu bahawasanya rezeki itu perlu dijemput bukan dicari. Ertinya, sebenarnya Allah SWT telah menempatkan rezeki hamba-Nya pada suatu tempat yang sebenarnya pun telah diketahui oleh hamba-Nya.

Tidak perlu bingung untuk mencari kemana dan di mana Allah SWT meletakkannya, tetapi cukup hanya membuat berbagai persiapan untuk menjemput rezeki tersebut. Kita tidak perlu khawatir, cemas, gundah gulana karena takut tidak memperoleh rezeki. Atau sebaliknya, tak perlu kita memaksakan diri untuk memperoleh rezeki sebanyak-banyaknya hingga melupakan hal-hal yang penting dalam hidup kita. Karena semua itu telah diatur oleh Allah SWT.

Yang terpenting yang harus dilakukan adalah upaya maksimal untuk memberikan yang terbaik dari seluruh yang kita miliki dan ketahui demi memperoleh rezeki tersebut (profesional). Tidak cukup hanya itu, konsistensi terhadap keyakinan yang mantap kepada Allah SWT (tawakkal), bahwa Allah pasti memberikan rezeki bagi kita adalah sangat penting demi menjaga kita dari keputusasaan, sehingga melakukan jalan pintas yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sesungguhnya Allah SWT menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya. Mulai dari yang melata hingga manusia yang sempurna. Masihkah kita tidak yakin pada jaminan rezeki dari Allah? Apakah kita tidak lebih baik dari seekor semut di atas dalam hal ketaqwaan dan profesionalisme? Semua tergantung dari kemampuan dan kemauan kita dalam membaca tanda-tanda adanya rezeki yang dibebankan Allah SWT. Selain gigih berikhtiar mencari rezeki kita juga harus melakukan amalan yang disukai Allah.

Allah menetapkan wadah yang sangat tepat untuk itu yaitu sholat dhuha. Sholat Dhuha merupakan sholat pembuka pintu rezeki. Membaguskan sholat dan memperbanyak amalan sholat sunat , memperbanyak istighfar , silaturahim dan sedekah juga membantu membuka pintu rezeki.

Menjemput rezeki adalah lebih mudah berbanding mencari rezeki. Tapi sukar juga sebenarnya untuk melakukan amalan-amalan yang menjemput rezeki. Tetapi, bagi yang telah mengamalkan amalan-amalan menjemput rezeki, pasti terasa nikmatnya yang sungguh luar biasa.

Lebih banyak kita memberi, lebih banyak yang kita akan terima, sebenarnya. Ini bukan omong kosong, tetapi ini adalah janji Allah. Sifir 1 – 1 = 10!. Ianya Nampak pelik dari sudut ilmu kira-kira, tetapi ianya adalah sesuatu yang dijanjikan Allah dalam urusan rezeki.

Rezeki kita akan lebih berganda jika kita rajin memberi kerana rezeki yang kita terima, bukan semuanya hak milik kita. Kerana di dalamnya terkandung rezeki orang lain juga iaitu rezeki untuk ibu bapa, anak-anak, isteri, anak yatim, fakir dan miskin dan rezeki-rezeki orang lain yang berada di sekeliling kita.

Amalan memberi ini perlu dimulakan terlebih dahulu. Jika tidak dimulakan, memang tidak akan dapat menjadi amalan kebiasaan. Hanya orang yang bahagia boleh membahagiakan bak kata Dr. Muhaya. Maka, rasa bahagia dalam memberi akan menjadikan orang yang menerima juga bahagia.

Anda nak tahu magik yang akan berlaku dalam hidup anda selepas anda rajin memberi?. Cubalah memberi mulai hari ini. Moga Allah memberkati hidup anda dan anda dapat menikmati kehidupan dengan lebih baik hasil keikhlasan anda memberi!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s