Kontroversi Berkenaan Santau

Bismillahirrohmanirrohim….

TENAGA DALAM ILAHI – Ada bermacam istilah untuk hal ini, misalnya teluh, tenung, guna-guna, pelet, pengasihan, dan beragam bentuk lainnya, namun semua itu  bersumber pada hal yang sama. Untuk lebih mudahnya kita gunakan istilah santau
.
Santau lebih pada ilmu  hitam yang umumnya digunakan untuk mengganggu kehidupan orang lain, meskipun  adanya maksud menolong atau melindungi orang tersebut dari ‘santau’ yang lainnya. Semuanya sama saja, negatif, menyebabkan orang yang terkena santau akan mengalami gangguan fisik ataupun psikis.
Tapi dalam prakteknya, lebih banyak orang sakit yang HANYA merasa terkena santau, dibandingkan yang terkena santau sebenar. Ini yang masih salah faham sampai sekarang.
Misalnya kerana mendadak terkena sakit pinggang, sakit dada, atau sakit kepala, yang kerana tahu tentang santau, dan merasa curiga pada orang yang memusuhinya, akhirnya menyimpulkan bahawa dirinya terkena santau. Padahal penyebab sebenarnya adalah karena kelmarin telah makan rujak pedas tapi lupa minum air.
Atau adanya bisikan dari saudara, teman, jiran, yang merasa curiga adanya santau pada si mangsa, akhirnya memberitahukan bahwa si mangsa terkena santau atau ketika mendatangi orang pintar – yang demi menggalang pesakit- divonislah dirinya terkena santau oleh si orang pintar.
Tentu tidak semua orang pintar seperti itu, namun dari yang pernah saya tahu, lebih banyak yang seperti itu dibandingkan yang murni membantu.Sekarang ini sudah banyak terbongkar trik-trik silap mata yang menyesatkan, yang digunakan untuk membuktikan adanya santau. Misalnya telur setelah digesekkan ke tubuh pesakit, ketika dipecah ternyata berisikan jarum dan pisau cukur, atau gelas berisi muntahan darah, dsb dan trik silap mata ini masih berkesan untuk menipu pesakitnya. Sekali lagi, tidak semua orang pintar seperti itu, ada juga yang benar-benar ‘asli’. Namun demi menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah, sebaiknya menghindarinya.
Belum tentu juga gangguan yang sedang dihadapi itu adalah santau. Pengobatan medis sangat disarankan. Akan tetapi, jika  khuatir tentang adanya gangguan santau, ada beberapa cara menangkal ancaman tersebut:
1. Mendekatkan diri pada Tuhan. Dia yang menciptakan dunia seisinya, meminta perlindungan padaNya jelas lebih ampuh berbanding dukun manapun. Tidak diragukan lagi.
2. Positive Thinking. Ancaman santau biasanya datang pada saat seseorang sedang suntuk, emosi, marah, kecewa dan sejenisnya. Hadapi hidup dengan tawa dan blogging. Bersedihlah sesuai dengan kudrat manusia. Tapi jangan sampai stress, karena hal itu bererti meragukan kuasaNya.
3. Jangan terpancing untuk melawan santau dengan santau, biarkan si penyerang diurus olehNya.
Dan satu hal yang perlu diyakini, bahwa si pengirim santau (atau yang meminta bantuan si dukun santau) sebenarnya adalah orang yang pengecut, tidak berani untuk menyelesaikan masalah secara jantan dan sportif. Tidak berani bertatap muka untuk membahas masalahnya. Beraninya main serang belakang.
***Kumpulan Cerita sekitar Santau yang Dihimpun dari Beberapa teman-teman apad Blognya***
“Santau”
Wuihhhh…sebuah kata yang boleh menyebabkan berdiri bulu roma siapa aja yang mendengarnya, sebuah kata yang masih jadi bahan perdebatan, jadi bahan seminar para intelektual, jadi bahan gosip diwarung-warung, pos ronda, sudut jalan, sehingga ke pengajian. Semua sibuk mengkaji, membahas dan memperdebatkan. Ada yang pro ada yang kontra, ada yang percaya ada yang tidak, ada yang serius menyemak ada pula yang menganggapnya cuma cakap kosong belaka alias sampah. Masalah kejahatan ilmu hitam seperti santau, memang akan terus menjadi polemik yang tidak habis-habis, dibilang ada tapi tidak kelihatan dan memang secara empiris tidak ada bukti.

Santet adalah bagian dari kejahatan ilmu hitam, yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab (dukun) dengan mahluk halus/Jin sebagai mediator.dilihat dari cara kerjanya santau dibagi dua iaitu :

-Dematrialisasi (proses perubahan materi menjadi non materi)
masih ingatkan film Matrix? yang dibintangi Keanu Reeves
Di Filem itu menggambarkan bahawa Semua benda dan mahluk hidup (manusia, haiwan, tumbuhan) yang berada didunia sesungguhnya adalah kumpulan partikel2 kecil yang disebut Matrix. ya, memang jasad manusia, hewan (jasad ya bro…bukan roh..) dan semua benda sesungguhnya kumpulan partikel2 kecil yang dipadatkan, dan dengan meminjam rumus Einstein E=MC2 , benda padat apapun dengan Kepadatan Massa (M) dengan kecepatan yang melebihi kecepatan Cahaya ‘(C) dapat diurai menjadi partikel2 kecil atau seperti energi yang tidak dapat dilihat. Proses perubahan materi menjadi energi yang keliatan alias non materi ini dalam Ilmu Bela diri disebut Dematrialisasi. Dengan prinsip hukum inilah para dukun mengubah materi atau benda apapun seperti Paku, jarum, pecahan kaca, ijuk, rambut atau hal-hal yang lebih seram lagi yang berbau kuburan seperti Pecahan Batu nisan, tanah kuburan, perca kain kafan, tali pocong, dll menjadi non materi atau energi yang tidak kelihatan.

Cara kerja dematrialisasi ini boleh dengan tenaga dalam, kekuatan bathin atau meminta bantuan mahluk halus/Jin.Kemudian Energi yang tidak kelihatan ini dimasukkan kedalam minuman atau makanan dalam bentuk “Paket Hemat”, dan paket hemat tersebut dikirim ke mangsa yang juga melalui penghantaran  yang dilakukan oleh Jin juga, hasilnya si mangsa yang meminum atau memakan paket yang berisi benda2 padat tsb akan  muntah darah, perut kembung, pendarahan, dll. Paku atau pisau cukur masuk kedalam tubuh orang itu menghambat peredaran darahnya sehingga darah menjadi tidak dapat mengalir dan berbalik arah, sistem tubuh jadi kacau dan rosak. Masih syukur jika benda2 itu bisa berubah wujud ke bentuk aslinya,kalau tidak, alat2 kedokteran yang paling canggih manapun tidak dapat mendeteksi kehadiran benda2 tersebut.

– Cara kedua adalah cara langsung,

Yakni langsung Si Jin lah yang menjdi pemeran utamanya, tanpa harus menggunakan benda2 aneh tsb. Para jin suruhan inilah yang langsung ditugaskan untuk “mengerjakan” sang mangsa, Si Jin itu mengerjakan dengan berbagai cara, mengganduli (orang/korban itu spt bongkok, spt menggendong sesuatu yang berat), memeluk, mencekik, menduduki, sehingga korban akan susah bernapas, pening, badan terasa berat, susah tidur. Dan yang lebih canggih lagi adalah dengan menggunakan aura negatif dari jin itu atau dengan memancarkan gelombang Electro Enchepalo Magnetis yang dipunyai Jin, dengan keberadaan jin yang beraura negatip tsb, si dukun mengirim getaran gelombang yang berbentuk partikel untuk mempengaruhi gelombang otak mangsa sehingga mangsa akan sering pusing dan berhalunisasi lalu berteriak2 ketakutan seperti melihat penampakan mahluk yang menakutkan, bukan itu saja dia juga suka mendengar suara2 yang tidak jelas, mimpi seram dan buruk, sehingga otak kehilangan kawalanl mengakibatkan orang itu menjadi gila, beraktifitas seksual yang menyimpang, emosi tidak terkendali hingga bunuh diri. Dikalangan bisnis, cara inilah yang diambil, melalui getaran gelombang energi negatif inilah para jin menghalau para rakan bisnis mangsa atau pelanggan untuk tidak datang membeli atau menolak tawaran bisnes, sehingga usaha yang biasa ramai menjadi sepi atau tender tidak dapat2 dan lama kelamaan mengalami kebangkrupan.

Sama seperti sifat Santau yang berbau mistis dan ghaib, maka penyelesaian yang ditawarkan untuk menanggulanginyapun selalu bernafas mistis, spiritual dan religius, beberapa cara tsb antara lain;

Tidur Diatas Lantai
Tahu tidak, Kenapa semua mahluk halustidak pernah menyentuh bumi? Dia pasti akan melayang sekitar 10-15 cm diatas tanah.keranana sifat tanah dan api adalah sifat yang berlawanan, konon tanah/bumi mempunyai energi positif, karena itu para lelembut (Jin) gak pernah menginjak tanah akibat pengaruh tanah terasa panas bagi bangsa mereka. Maka bila ingin terhindar dari kejahatan ilmu hitam spt santau dianjurkan untuk membiasakan tidur di lantai, Ilmu santau yang dilancarkan biasanya berjarak 50 cm diatas tanah., untuk itu bila seseorang tidur diatas tanah akan terhindar dari bahaya santet.

Merang Ketan Hitam
menurut kepercayaan agar terhindar dari kejahatan ilmu hitam adalah dengan cara membawa merang ketan hitam kemanapun anda pergi (Merang = batang pohon yang dikeringkan dan dibakar). Secara spiritual merang ketan hitam memiliki power yang positif yang bisa meneutralkan kekuatan ilmu hitam.

Palm Merah
menanam palm merah dihalaman depan rumah merupakan kaedah lain yang dipercaya dapat meneutralkan kekuatan santau, konon palm merah merupakan tanaman yang sangat dimusuhi kaum jin yang beraura negatif

Daun Kelor
Untuk menangkal serangan ilmu hitam yang melibatkan jin suruhan, maka letakkanlah daun kelor di pintu rumah, aura daun kelor yang berenergi positif memang sangat ditakuti mahluk halus yang beraura negatif

Tumbuhan beraura Positif lainnya

Banyak sekali tumbuhan yang beraura positif kuat sekali yang dipercaya dapat meneutralkan aura negatif para mahluk halus jahat, dari ribuan bahkan jutaan tumbuhan yang beraura positif yang kuat, yang paling menonjol adalah Dewandaru, Kalimasada, Bambu kuning (apalagi yang didalamnya terdapat bambu buta atau bambu tidak berongga), pohon kenanga, sirih (apalagi didalamnya ada sirih yang bertemu urat), stigi, mentawa, songgo langit, nogosari, kayu Rau dan Liwung. Tapi sayang kayu2 atau pohon tersebut masih langka dan sukar ditemukan.

‘***

Disamping metode2 tradisional tsb, penanggulangan ilmu hitam juga dapat dilakukan dengan petunjuk2 ragama islam (maaf, karena saya muslim maka yang saya ketengahkan yang saya tahu menurut ajaran saya) misalkan agar terhindar dari serangan santau disarankan sebelum tidur harus berwudhu, suci lahir bathin, lalu membaca Al ikhlas, al falaq, An nas, ayat kursi. Sudah dipastikan kita akan terhindar dari santet sampe esok pagi. Sementara itu di kitab surahul aulia, mengisyaratkan kehebatan amalan ayat Lima untuk menangkal semua kejahatan ilmu hitam, karena didalam ayat Lima terdapat sepuluh hurup Kof. Adapun ayat lima itu terdiri dari; Al baqarah ayat 246, Ali Imran ayat 181, An Nisa ayat 77, Al Maidah ayat 27, dan Ar Ra’d ayat 16.
Adalagi di bebagai kitab, yang menyatakan bahwa dengan mengamalkan do’a Nurbuat (nurul nurbuwah) setiap pagi dan petang atau setelah selesai sholat fardhu, maka jin2 yang beraura negatip akan menyingkir menghindar.

Namun yang lebih penting dari semua itu tentunya adalah usaha kita mendeteksi serangan santet sejak awal, Berikut ini adalah tips sederhana untuk mendeteksi serangan ilmu hitam:

Sediakan telur ayam kampung yang masih baru, besen, bunga setaman, kain mori satu meter dan tongkat kayu sepanjang satu meter.


Santau memang menjadi momok yang menakutkan, karena tak jarang mangsa mengalami sakit yang begitu menyiksa, sampai ada yang terengut nyawanya dalam hitungan hari, Berikut ini ada seorang Kyai terkenal di kawasan Jawa Timur – Jawa Tengah (maap namanya tidak diberikan, demi privacy dia) untuk meneutralkan dan menghilangkan pengaruh dari 3 santet yg ganas dengan ramuan tradisional yang memang banyak tersebar disekitar kita, dan hebatnya lagi dapat dikerjakan sendiri tanpa bantuan paranormal yang bisa menghabiskan wang untuk upahnya, ramuan ini murah dan sudah banyak terbukti menolong para mangsa. Uniknya ramuan ini campuran bahan tradisional dengan bahan2 kedokteran modern, dia bilang untuk melancarkan peredaran darah dan memulihkan kesehatan korban secara medis.

Berikut ini santau dan ramuannya untuk meneutralkan,

Santau Susuk konde (jawa)
Di Pulau Jawa dikenal berbagai jenis santau yang luar biasa ganas, salah satunya adalah santau susuk konde, yang mampu membuat mangsanya selalu mengidap penyakit aneh, jiwanya terganggu bahkan gila, boleh dibilang inilah sebenarnya santet dengan sistem pengendalian pikiran korban secara terpadu, dan jarang sekali ada korban yang bisa disembuhkan apalagi tertolong hidupnya.
Selain santet susuk konde bisa juga santet yang sejenisnya.

Ramuan Minum :
Sediakan sepotong daging kambing kacang tanpa lemak, seekor siput sawah (keong mas) berukuran besar, halia, lengkuas, segenggam beras merah disangrai, kapulaga dan cengkeh, Kemudian rebus kesemuanya dengan 8 gelas air kelapa dan 3 gelas air perasan parutan bangkuang. Biarkan mendidih dan menjadi sekitar 4 gelas air rebusan yang tersisa.
Siapkan pula 1600 mg N-acetyl-paminophenol (paracetamol), 1500 mg tetra ampicylin, 100 mg saliclat-lamida, 20 mg citurn acyd, 2 butir sacharin dan sejumput garam dapur. Haluskan semuannya hingga menjadi bubuk puyer, lalu bagi menjadi 4 bagian dan bungkus masing2 dengan kertas.
Cara minum, ialah setiap pagi, siang, malam sesudah makan dan menjelang tidur malam. Masing2 sebungkus puyer dan segelas air rebusan ramuan diatas ditambah sesendok makan madu. Kecuali pada saat sesudah minum ketika menjelang tidur, maka harus ditambahkan pula dengan segelas susu, ditambah sesendok makan santan kental yang mentah (belum direbus)

Ramuan Cairan pembalur tubuh :
sediakan secukupnya temu jahe emprit (lokal), temu ireng (hitam), sekerat temu kunir (kunyit), Parut kesemuanya, lalu campurkan sejumput ragi tapai halus dan aduk hingga rata, kemudian diamkan dengan cara memeram selama sehari semalam. Sesudahnya masukkan pula beberapa tetes minyak cengkeh dan minyak kayu putih, lalu campur hingga merata. Peras cairannya.
Cara Penggunaannya, ialah dengan membalurkannya ke seluruh tubuh, mulai dari ubun2 kepala hingga ke telapak kaki. Biasanya dibagian yang terkena santau (misal susuk konde) yang disembunyikan, sesaat setelah dilakukan pembaluran, maka pada bagian tersebut akan mengepulkan asap dan meninggalkan luka bakar kecil. Pembaluran boleh dilakukan berulang2 pada hari2 berikutnya, asalkan luka bakar bekas lepasnya sebagian santet terdahulu telah mengering.

Teluh pelesit matimang (kalimantan)
Santau jenis ini terkenal sangat ganas bagi masyarakat dayak di kalimantan, sebab biasanya mangsannya tidak tertolong selama 40 hari, bahkan banyak yang meninggal dunia akibat santet ini hanya dalam waktu seminggu saja. Untuk meneutralkan sekaligus menyembuhkan mangsa, Pak kyai itu memberikan resepi sbb,

Ramuan minum :
sediakan sebonggol rebung bambu buluh, rendam selama sehari semalam dalam air kapur sirih yang sudah ditaburi segenggam garam, temulawak, daun cemara kipas (wangi), sereh dan daun salam. Rebus kesemuanya dengan 8 gelas air kelapa, segelas santan kental dan 2 gelas air perasan parutan labu siam. Biarkan mendidih dan menjadi sekitar 4 gelas air rebusan yang tersisa.
Siapkan pula 2000 mg N-acetyl-paminophenol (parasetamol), 80 mg saliclat-lamida, 20 mg citurn acyd, 20 mg amonium benzoate, 80 mg vitamin B-complexe, sebutir sacharine, sejumput garam dan sejumput tepung ketan hitam. Haluskan semuanya hingga menjadi bubuk puyer, lalu bagi menjadi 4 bagian dan bungkus masing2 dengan kertas.
Car minum, ialah setipa pagi, siang, malam sesudah makan dan menjelang tidur malam. Masing2 sebungkus puyer dan segelas air rebusan ramuan diatas ditambah sesendok makan madu. Kecuali pada saat menjelang tidur malam, ditambah kuning telor sebutir ayam kampung (lokal) dikocok bersama air rebusan ramuan

Ramuan Cairan Pembalur tubuh
sediakan secukupnya temu ireng (hitam), temu kunci, sejumput jinten hitam-ketumbar-kapulaga-pala disangrai dan dihaluskan. Temu ireng dan temu kunci diparut. Peras air jeruk nipis, sejumput tepung beras dan tepung labla (sagu kawung), sejumput ragi tapai dihaluskan. Campurkan kesemuanya hingga rata. Lalu masukkan sejumput ragi tapai dimaksud, diamkan selama beberapa jam dengan cara memeramnya. Lalu tambahkan sejumput baking soda powder kedalamnya. Setelah busa yang ditimbulkannya habis, tambahkan pula kedalamnya sesendok makan santan kental yang diperoleh dari kelapa cangkir gading (kuning) dan sejumput garam serta sedikit kapur sirih, campur kembali hingga rata, lalu peras airnya.
Cara penggunaannya sama, ialah dengan membalurkannya pada seluruh tubuh, mulai bagian ubun2 kepala hingga telapak kaki. Dan biasanya dimana kekuatan santet matimang ini disembunyikan, maka pada bagian tersebut akan terasa bagai kesemutan disertai denyut2 kejutan dan akan memerah kulitnya, yakni sesaat setelah dilakuakn pembaluran. Tentu saja pembaluran inipun harus dilakukan berulang2 dalam sehari selam dua atau tiga hari, sampai si korban bebas dari pengaruh santet tersebut.

Buhul Cacing Abin (Sumatera)
Santau ini tidak asing lagi keganasannya dan sangat terkenal bagi penduduk pulau sumatera, sebab si korban bisa menderita berbagai penyakit aneh, akibat sebagian urat syaraf motor reflesif utama yang terdapat di tulang belakang bagian punggungnya dikuasai oleh pengaruh gaib ilmu hitam tsb. Bahkan bilamana terlambat mendapatkan pertolongan, maka akan berakibat fatal, Yaitu kematian setelah menderita beberapa waktu lamanya.
Tidak hanya santau Buhul Cacing abin saja, boleh juga ramuan ini untuk santau khususnya yang terasa sakit di bagian punggung belakang.

Ramuan minum:
sediakan sepotong daging kerbau bagain paha, sepotong daging sapi bagian paha, kesemuanya tanpa lemak, Lalu sediakan pula secukupnya daun bambu kuning, dan daun bayam duri (bayam liar), bawang merah dan kapulaga. Kemudian rebus kesemuanya dengan 8 gelas air kelapa dan 3 gela air perasan parutan wortel. Biarkan mendidih dan menjadi 4 gelas air rebusan yang tersisa.
Siapkan pula 2000 mg N-acetyl-paminophenol (parasetamol), sebutir sacharin, 100 mg citrun-acyd dan sejumput garam dapur. Haluskan kesemuanya hingga menjadi bubuk puyer, lalu bagi menjadi 4 bagian dan bungkus masing2 dengan kertas.
Cara minumnya adalah setiapa pagi, siang, malam sesudah makan, dan mejelang tidur malam. Masing2 sebungkus puyer dan segelas air rebusan ramuan diatas ditambah sesendok madu.

Ramuan minyak urut
Sediakan sebonggol umbi akar, tunas anak pisang saba, lalu parut dan peras airnya. Haluskan sejumput jinten hitam Rendam bubuk jinten hitam dalam air perasan umbi anak pisang saba selama beberapa jam. Kemudian tumis air perasan itu dalam setengah gelas minyak kelapa hijau, hingga kesemuanya menjadi minyak pekat, lalu tambahkan secukupnya minyak sereh, minyak kemiri dan minyak pepermint. Cara pemakaian digosokkan pada bagian punggung bagian bawah setiap saat, terutama sehabis mandi. Bangun tidur, maupun ketika hendak berangkat tidur baik siang maupun malam.

‘***

Ada satu cara yang ampuh, yang bila kita lakukan, insya Allah, kita dan keluarga kita akan terhindar selamanya dari serangan santet. Yakni kita senantiasa waspada dan ingat, Artinya dengan meningkatkan iman dan taqwa kita akan senantiasa mendapat perlindungan keselamatan dari Allah SWT, kedua, hendaknya kita senantiasa berusaha menjga sikap dan prilaku kita, baik dan ramah kepada siapapun, menghidari permusuhan, tolong menolong,

Terakhir, apapun yang akan kita lakukan, apapun yang kita kerjakan,tidak  akan bererti bila tidak ada dukungan dari yang kuasa, sesungguhnya ilmu hebat apapun yanga ada didunia ini dan kekuatan sebesar apapun yang dipunya manusia dan jin, gak ada apa2 dibanding Tuhan. “We are nothing…nothing…without support of God”, jadi ketika kita melakukan pengobatan apapun bentuknya usahakan…sekali lagi usahakan… mintalah pertolongan Tuhan, mintalah dukungan dari Nya, mudah2an semua yang kita lakukan di ridhoi dan si mangsa dapat disembuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s