Hidup Itu Mudah

Sebuah gambaran tentang hidup manusia yang terkadang melakukan sesuatu lompatan menggunakan energi besar bagi sesuatu tujuan, terkadang hasil akhir dari tujuan tersebut tanpa disedari telah dilakukannya selama ini, sayangnya selama ini tidak pernah diperhatikan dan difahami.

Ranyak dari kita melakukan suatu pacuan hebat dalam mainstream kehidupan, tanpa mengenal lelah akan sebuah impian agar dapat diraih, menggunakan pemikiran dan sudut pandang yang cenderung rumit dalam mengharungi hidup. Sering kali semasa kerasnya pacuan kita menemukan sebuah kata yang sangat sederhana iaitu apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup. Tujuan hidup tidak mesti dan tidak semuanya melulu berbicara material atau harta, walaupun tidak dimungkiri bahwa manusia memerlukan harta atau material. Bukan sebuah jaminan bahwa material atau harta yang berlimpah mampu memenuhi tujuan hidup yang sebenarnya. Banyak kisah, orang dengan harta berlimpah tetapi jiwanya sepi dan kosong, ada juga orang dengan keterbatasan material namun jiwa dan hidupnya diliputi kebahagiaan, sukacita dan damai sejahtera.

Menggunakan hati yang sederhana dalam menatap, melangkah, dan memaknai kehidupan merupakan sebuah tindakan yang bijaksana bagi meraih tujuan hidup yang sebenarnya itu sendiri. Hidup ini mudah sahaja jika kita menggunakan hati yang sederhana, namun akan menjadi rumit jika menggunakan parameter yang rumit tergantung mana yang kita akan dipilih. Berikut ilustrasi yang menggambarkan berputarnya sebuah proses mengenai tujuan hidup.

Seorang pelancong  sedang bercuti dan memancing  di sebuah Teluk Kecil di Pantai,  saat itu sebuah sampan kecil merapat. Di dalam sampan terdapat ikan-ikan tuna yang  besar. Sang pelancong  memuji hasil tangkapan itu dan bertanya, perlu berapa lama untuk menangkapnya.

Sang nelayan “ Cuma sebentar sahaja tuan”

Pelancong “Mengapa ia tidak memancing lebih lama supaya dapat ikan lebih banyak”.

Sang nelayan “Ia memerlukan cukup waktu untuk  urusan keluarganya”.

Pelancong “Jadi waktu anda dihabiskan untuk apa saja ?”

Sang nelayan, “Saya tidur  larut malam, cari ikan, bermain dengan anak, kemudian bercengkrama dengan isteri. Waktu lain waktu malamnya saya bersosialisasi sambil bernyanyi dan main gitar dengan teman–teman, waktu saya penuh dan cukup sibuk”.

Pelancong ” Saya MBA lulusan Harvard,  saya dapat menolong anda. Anda harus meluangkan lebih banyak lagi waktu untuk mencari ikan, dengan cara itu anda dapat membeli sampan yang lebih besar. Dari sampan yang besar, anda dapat membeli beberapa buah lagi sampan. Akhirnya, anda akan punya satu armada penangkap ikan!. Disamping menjual hasil tangkapan, anda bahkan boleh  membua kilang memprose ikan, jadi anda menguasai mulai dari pegeluaran, pemmrosesan, dan pengedarannya. Anda tidak perlu tinggal di desa nelayan di Pantai  ini, dan pindah ke bandar besar. Dimana anda dapat melebarkan bisnes kerajaan anda.

Sang Nelayan “Untuk itu perlu waktu berapa lama, tuan?”

Pelancong ” Sekitar 15-20 tahun lebih kurang”

Sang Nelayan ” Tapi setelah itu apa, tuan ?”

Pelansong ” Inilah masa yang terbaik, pada saat yang tepat anda jual perusahaan ke bursa saham, jadilah anda kaya raya, anda boleh jadi jutawan”.

Sang nelayan ” Jutawan, tuan ? Lalu apa? “

Pelancong ” Kemudian anda boleh pencen dan tinggal di desa nelayan kecil dimana anda boleh tidur larut malam, memancing ikan, bermain dengan anak cucu, bercengkerama dengan kerabat dan istri, dan lain waktu malamnya anda boleh  bersosial dengan teman sambil bermain gitar”.

Sang Nelayan ” Ah ! Itu kan yang saya lakukan sekarang  mister, si nelayan menjawab sambil tersenyum . . Hidup itu mudah, tuan!!….

Kemakmuran kadang-kala  bukan diukur dari harta yang kita miliki, tetapi dilihat dari hal dan kebahagiaan yang tidak boleh dibeli dengan wang. Hidup yang wajar, tidak bererti perlu kaya raya dan berharta, kerana belum tentu membuat orang bahagia. Hanya dengan beriman melalui jalan Tuhan kita dapat temukan kebahagiaan tersebut. Menapak dan memaknai hidup dengan hati yang sederhana akan lebih memudahkan kita untuk meraih tujuan hidup yang sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s