Tenaga Dalam

Tenaga Dalam 2
Oleh : Armansyah
Memang sudah umum terjadi dalam masyarakat dewasa ini yang mengkaitkan Tenaga Dalam dengan hal-hal yang berbau agamis, mistis, klenik dan penuh ketakhayulan yang membuat sekelompok orang lain justru menjadi apriori untuk mengenal dan mendalaminya.

Ketika ada yang berbicara tentang tenaga dalam, yang terbayang dipikiran kita biasanya suatu demonstrasi yang memamerkan kehebatan supranatural, mampu membelah balok, membuat orang lain terpental, ditusuk tidak mempan, jalan diatas api dan berbagai hal ajaib lainnya.

Dalam buku yang ditulis oleh Lillian Too[1] seorang ahli Feng Shui, dikutip satu pendapat dari Dr. Scott Peck (dari bukunya “The Road Less Travelled”) :

Bahwa dalam berpikir tentang keajaiban, biasanya manusia selalu membayangkan hal-hal yang terlalu dramatis. Ibarat kita mencari semak yang terbakar, terbelahnya lautan dan suara-suara dari syurga.

Padahal kita dapat melihat kejadian sehari-hari didalam hidup kita sebagai bukti adanya keajaiban tersebut, sekaligus mempertahankan orientasi ilmiah kita.

Didalam berbagai Kitab suci, terdapat banyak sekali kisah-kisah fantastis yang umumnya dilakukan oleh para Nabi yang biasanya disebut sebagai mukjizat kenabian, namun adalah menarik sekali bila kita membaca pendapat Choa Kok Sui [2], seorang ahli tenaga dalam dari Philipina yang memberikan komentarnya mengenai mukjizat :

Mukjizat adalah kejadian fantastis yang mendayagunakan hukum alam tersembunyi yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Dan mukjizat sama sekali tidak melanggar hukum alam, ia sesungguhnya berlandaskan hukum alam

Pernyataan ini selaras pula dengan apa yang dikatakan oleh salah seorang tokoh Kristen bernama St. Augustine

Keajaiban yang bertentangan dengan alam tidak akan terjadi, melainkan hanya bertentangan dengan apa yang kita ketahui secara alami

Dan memang kita seringkali menisbahkan sesuatu yang terjadi pada kehidupan para Nabi maupun orang-orang yang dekat dengan Tuhan sebagai sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara akal sehat dan senantiasa berusaha menghindarinya dengan dalih kebesaran Tuhan semata.

Padahal al-Qur’an secara tegas menyatakan akan keberlakuan hukum kausalitas  didalam setiap tindak dan kejadian yang ada diseluruh kehidupan semesta raya ini [3].

Allah sebagai dzat yang Maha Kuasa tidak memperlakukan hukum-hukum-Nya secara sewenang-wenang dan melanggar rasionalitas yang Dia ciptakan sendiri terhadap makhluk-makhluk-Nya (ingat : Dalam menciptakan alam semesta ini Tuhan melakukannya dengan bertahap yaitu selama 6 hari -al-‘araaf 54- apakah Tuhan tidak sanggup menciptakan hanya dengan “satu kedipan saja” -Kun Fayakun- ?)

Peradaban manusia saat ini adalah peradaban yang didukung oleh ketinggian ilmu dan teknologi. Setiap anggota masyarakatnya mempercayakan diri pada kemampuan penalaran otak. Segala masalah kefanaan bahkan yang baka haruslah bisa dijelaskan dan dapat diterima akal, kecuali mungkin untuk umat Islam adalah urusan seputar ruh [4].

Dunia ilmu atau hasil penalaran otak, adalah dunia logika.

Kebenaran ilmu adalah kebenaran logika, yang bertolak dari hukum sebab-akibat, yang harus dapat diterima akal. Karena dunia ilmu mencari kebenaran yang didasarkan pada pengamatan terhadap gejala-gejala yang tampak, lalu memikirkan, mencari sebab-sebab dan akibatnya, diuji atau dibuktikan melalui penelitian dan percobaan.

Proses pelaksanaannya tidak terikat oleh panca indera, kepercayaan, tradisi, anggapan umum maupun adat-istiadat kebiasaan yang berlaku pada suatu komunitas.

Kisah Nabi Ibrahim yang tidak mempan dibakar api [5] atau kisah Khalifah Umar bin Khatab yang dapat melihat tembus dan mengirimkan instruksi pada panglimanya yang sedang berperang Sariyah bin Husun dari Madinah saat beliau berkhotbah  Jum’at [6] ternyata adalah fenomena yang bisa terjadi kepada siapa saja jika digali dengan latihan kesadaran yang benar . hal ini juga bisa terjadi kepada orang yang tekun melatih kejiwaannya maupun fisik dengan baik, sehingga muncul kekuatan yang timbul seperti mukjizat.

Jika hal ini terjadi kepada seorang yang terdoktrin dengan suatu agama maka dia akan  menyandarkan kejadian itu kepada apa yang menjadi kepercayaan yang diyakininya, apakah itu kepada Yesus, Hyang Widhi, Tao, Sang Budha, Allah, dewa-dewa, dan lain-lain tetapi pada hakikatnya kekuatan layaknya para Nabi itu ada dan bisa dilatih secara universal, tetap tidak bisa dipungkiri.

Sehubungan dengan Tenaga Dalam, saya membagi kekuatan dasar manusia menjadi tiga, yaitu kekuatan kasar yang dihasilkan oleh phisik serta kekuatan halus yang didapatkan dari pengolahan batin atau jiwa serta yang terakhir adalah kekuatan dalam yang ada pada tubuh kita sendiri.

Kekuatan kasar terwujud dalam daya upaya yang dilakukan oleh manusia sehari-hari seperti adanya kekuatan untuk berjalan, menggerakkan tangannya, berlari, mengangkat gelas dan sebagainya. Kekuatan kasar (phisik) ini juga bisa diolah sedemikian rupa sehingga kekuatan yang semula hanya berkapasitas 20% dengan adanya latihan-latihan tertentu meningkat menjadi 80 sampai 100%.

Latihan ini bisa dengan cara berolah raga berat seperti angkat besi, lari dan seterusnya, bisa pula melalui jalan mempelajari ilmu beladiri seperti Karate, Yudo, Taekwondo dan sejenisnya; yang kesemua itu pada dasarnya hanya sebagai pembangkit dari 70% tenaga phisik yang tidak ia pergunakan sebelumnya.

Akan halnya kekuatan halus, dia berasal dari pengolahan hati, seberapa jauh dia bisa memfungsikan hatinya sehingga menghubungkannya dengan Allah sebagai sumber kebenaran atau malah menghubungkannya dengan Jin yang dapat menjadi sumber kebatilan [7].

Pengolahan kekuatan halus dilakukan dengan cara membersihkan hati dan pikiran kita dari perbuatan-perbuatan yang negatif, senantiasa berlaku baik, bersikap welas asih kepada sesama, mencondongkan diri kepada kebenaran yang datang dari Tuhan dengan puncak pengolahan tenaga batin ini adalah tidak meninggalkan komunikasi dengan Allah selaku sumber dari segala sumber gerak kehidupan.

Inilah yang terjadi pada diri para Nabi dan Rasul, kekuatan mukjizat mereka  memang tidak diperoleh melalui suatu latihan pernapasan tertentu atau gerak jurus dan amalan-amalan khusus namun muncul karena kedekatan mereka terhadap sang Maha Pemberi Kekuatan.

Lalu apakah mukjizat semacam ini tidak bisa dimiliki oleh manusia biasa meski tingkat keimanannya tinggi ?

Sampai disini saya akan menganalogikannya secara sederhana :

Seorang raja mengirimkan utusannya kepada suatu daerah yang keadaannya kacau balau dimana pembunuhan, pemerkosaan, perampokan sampai penghujatan kepada sang raja terjadi disetiap sudutnya.

Logikanya, tentu sang raja tidak akan mengirim utusan tersebut dengan hanya bermodal selembar surat perintah tanpa membekalinya dengan senjata pusaka tertentu berikut pasukan yang siap membantunya menjalankan misi kerajaan, bukan?

Lalu ketika sang utusan tiba didaerah tujuan dan dia bertemu dengan sekelompok orang yang ingin membantunya dalam menegakkan kebenaran dan menumpas kemungkaran, tentunya lagi mereka tidak akan diberi oleh sang raja senjata pusaka sebagaimana yang pernah dia berikan kepada utusannya.

Untuk ikut berjuang bersama, orang-orang tersebut harus berupaya sendiri mencari senjata agar dapat melindungi diri mereka dari musuh. Nah inilah sebuah perumpamaan dari gambaran mukjizat para Nabi dengan apa yang bisa diperoleh oleh para manusia lainnya.

Sementara kekuatan ketiga yaitu kekuatan dalam, adalah satu kekuatan yang terpendam didalam diri setiap makhluk (dalam hal ini manusia) yang mungkin tidak pernah disadarinya secara langsung keberadaannya. Dan kekuatan didalam diri manusia inilah yang sering disebut orang sebagai Tenaga Dalam

Pengolahan Tenaga Dalam secara alamiah adalah dengan melakukan olah nafas yang benar menyempurnakan serta mengatur jalan pernafasan sedemikian rupa sehingga pembuluh-pembuluh darah yang ada menjadi terbuka dan peredaran darah semakin lancar sehingga memudahkan tenaga yang tadinya terpendam didalam tubuh manusia keluar dan berfungsi sebagaimana yang ia inginkan, sekali lagi mengulangi pembahasan sebelumnya bahwa contoh paling mudah penerapan tenaga dalam adalah sewaktu kita -maaf- mau buang hajat, apalagi jika -maaf- keras, kita akan menekan perut dengan napas kita sehingga kotoran yang ada mau keluar, nah pada waktu itu kita tidak memakai tenaga phisik, sebab kita tidak menekan perut sambil mengurut-ngurutnya dengan tangan.

Contoh lain adalah sewaktu kita berobat kedokter, biasanya saat diperiksa dengan steteskop kita disuruh menarik napas panjang, menahannya lalu dilepas perlahan sehingga sang dokter dapat merasakan dan mendeteksi denyutan ataupun suatu gejala yang ada pada diri kita. Jelas disini semakin menunjukkan betapa pentingnya teknis pernapasan yang bisa menghasilkan energi tertentu.

Mengolah tenaga dalam pada prinsipnya tidak berkaitan dengan doktrin agama atau kepercayaan manapun, dia bisa dipelajari secara universal.  Jika ada satu perguruan yang menggabungkan doa-doa atau amalan tertentu dalam proses pembelajaran tenaga dalam menurut saya hanya sebagai metode dakwah dari sang guru agar para muridnya mau menjalankan perintah agama dan menggunakan ilmu tersebut pada jalan kebenaran.

Islam tidak mengatur tata cara berdzikir kepada Allah secara khusus, sebaliknya ayat-ayat al-Qur’an justru memberi isyarat kepada kita bahwa berdzikir boleh dengan jalan apa saja dan bagaimanapun posisinya.

Sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi dan terjadinya malam dan siang,
terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki pikiran
(yaitu) yang mengingat ALLAH sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring (totally dalam semua keadaan)
Qs. 3 ali imron : 190 – 191

Adanya individu tertentu yang berkat latihan dan dzikirnya ketika belajar Tenaga Dalam memiliki kemampuan membaca pikiran manusia, melakukan pengobatan phisik dan non phisik, bisa mengusir Jin dan seterusnya bukan suatu hal yang membingungkan. Dari kacamata iman, konon, Isa al-Masih pernah menjawab pertanyaan muridnya :

Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu ?

Ia berkata kepada mereka: Karena kamu kurang iman.

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Kitab Injil Matius 17 : 19 -20

Dan satu hadis Qudsi dari Nabi Muhammad SAW :

Bila Aku mencintai hamba-Ku, maka :

Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar

Menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat

Menjadi tangannya yang dengannya ia memukul keras

dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan

Jika ia memohon kepada-Ku sungguh akan Aku karuniakan dirinya

Dan bila ia memohon perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya

Hadis Riwayat Bukhari [8]

Melita Denning dan Osborne Philips menulis dalam buku mereka:

Dengan cara berpikir dan latihan yang benar, aura anda juga mempunyai daya untuk mencegah secara absolut pendekatan besaran non materi tanpa anda keluar !

Baik dalam keadaan bangun maupun tidur, tidak ada vampir astral incubus atau succubus atau pengganggu non materi yang lain dapat menembus tameng aura psikis yang telah berkembang [9]

Belajar Tenaga Dalam, adalah proses dimana jiwa belajar menembus dunia metafisika, dunia yang tidak kasat mata, dunia yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, meniadakan semua pikiran materialistik, menghilangkan semua simbol-simbol duniawiah, melenyapkan tuhan-tuhan keseharian dan menggantikannya pada satu kesempurnaan yang serba Maha, sekali lagi tetap dengan catatan bahwa tenaga dalam disini tidak dicampuri berbagai unsur klenik, tahayul hingga pensyirikan melalui berbagai modelnya.

Dengan pergerakan phisik yang dinamis dan seimbang dalam setiap pembuatan jurus-jurusnya (kiri dan kanan) adalah suatu cara membangkitkan energi positip (yaitu kesehatan) dan membuang energi negatip yang berupa penyakit-penyakit tertentu, dan ini mampu membuat kita menjadi seorang dokter atau tabib, setidaknya bagi diri kita sendiri.

Ketika suatu hari saya melakukan donor darah, saya tahu bahwa kondisi saya sedang tidak stabil karena selama beberapa malam sebelumnya kurang tidur, namun dengan pertimbangan kemanusiaan, maka tetap saya lakukan, sampai akhirnya beberapa puluh menit selanjutnya tubuh saya lemas dan merasa sangat tidak berdaya, kemudian saya lakukan teknik pernapasan yang saya pelajari dari perguruan Prana Sakti, dan setelah beberapa menit melakukannya, akhirnya saya merasakan kondisi tubuh saya kembali normal seperti sediakala tanpa saya meminum obat ataupun energy drink.

Tenaga dalam yang diolah secara baik melalui teknik pernapasan tertentu yang juga dibarengi dengan gerak phisik dan senantiasa berdzikir kepada Allah, akan mampu mengusir semua pikiran jahat maupun serangan tak terduga dari Jin dan manusia (misalnya semacam santet, guna-guna dan sejenisnya yang keberadaannya tidak bisa dipungkiri oleh siapapun didunia ini).

Karena itu salah satu konsep yang terpenting dalam ilmu Tenaga Dalam bukanlah untuk mementalkan musuh yang menyerang dalam keadaan marah semata apalagii penjahat sekarang terorganisir, terencana rapi dan bisa membunuh orang seperti menyembelih ayam, tanpa ekspresi apalagi marah, sebaliknya mengajarkan kepada orang-orang untuk membuat musuh yang semula ingin menyerang berbalik menjadi sahabat sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad sendiri dalam berbagai kasus.

Dalam kacamata agama disebutkan secara pasti bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya itu secara seimbang :

Tidak sekalipun kamu bisa melihat suatu ciptaan ar-Rohmaan yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ? – Qs. 67 al-Mulk : 3

Kita tahu, ada panas ada dingin, ada malam ada siang, ada laki-laki ada wanita, ada baik ada buruk, ada yang tampak ada pula yang tidak tampak dan tentunya juga ada tenaga luar pasti ada tenaga dalam.

Sesuatu yang tidak tampak bukan berarti sesuatu itu tidak ada, kita percaya ada Tuhan tapi apakah kita bisa melihat wujud Tuhan ? Tidak ! yang kita lihat hanya ciptaan-Nya, bukan Tuhan itu sendiri ! Lalu kita percaya angin itu ada, apakah kita juga bisa melihat angin ? Tidak !

Seorang astronom percaya adanya galaksi, tanpa perlu terbang ke ruang angkasa melewati puluhan planet atau bahkan ribuan jumlahnya, begitu juga seorang geolog percaya adanya minyak di kedalaman 2000 meter, tanpa harus masuk sendiri ke dalam bumi, dan seorang biolog atau arkeolog percaya adanya dinosaurus, tanpa harus pergi ke zaman purba dengan mesin waktu.

Dalam hal ini, al-Qur’an memberi kesaksian yang universal :

Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda Kami disekitar alam semesta termasuk pada diri mereka sendiri, sehingga terbuktilah bagi mereka kebenaran itu – Qs. 41 Fushilat : 53

Bukan jamannya lagi mengajukan pertanyaan konyol kenapa Nabi tidak mengajarkan Tenaga Dalam, sebab secara logika pula saya akan balik bertanya : apakah Nabi juga pernah mengajarkan cara melindungi diri dari gempa, tsunami ataupun bagaimana cara naik keangkasa luar dan menjelajah sampai kebulan padahal beliau sendiri sudah pernah menjelajah melebihi bulan dengan jasad dan ruhnya pada peristiwa Isra’ dan Mikraj ?

Yang perlu kita lakukan adalah mempelajari dan menganalisa kitab suci al-Qur’an secara lebih baik, hentikan semua bentuk kebodohan berpikir, dan mari lihat isyarat yang diberikan al-Qur’an secara global :

Hai komunitas Jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lintasilah

kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan [10]

– Qs. 55 ar-Rahman : 33

Inilah indikasi kuat bagi kita untuk mau belajar, mau menganalisa atau melakukan penelitian sehingga terwujudlah insan paripurna harapan al-Qur’an [11]

Lalu haruskah kita berguru pada orang-orang tertentu dalam mempelajarinya ?

Guru pada dasarnya hanya bersifat membimbing dan membantu agar proses pembelajaran tidak salah yang dapat mengakibatkan kefatalan pada diri sendiri maupun orang lain. Bahkan seorang Nabi Muhammad memerlukan Jibril untuk mengajarinya banyak hal, dan ketika apa yang dilakukan oleh Nabi dianggap bisa berakibat fatal, beliau langsung mendapat teguran dari Allah melalui Jibril [12].

Jadi jelas, lebih bijaksana bila kita tidak mengabaikan peranan keberadaan seorang guru ketimbang belajar sendiri kecuali kita memang ada potensi dan pengetahuan yang cukup untuk mendalaminya.

Adapula sebagian orang yang membid’ahkan penggabungan antara tenaga dalam dengan dzikir atau lafas-lafas asma Allah tertentu, inipun sangat tidak berdasar, karena hal ini sama sekali bukan bagian dari kejahatan ataupun pengingkaran ayat-ayat Tuhan yang menyuruh kita untuk menjadikan Allah satu-satunya pusat meminta dan sholat plus sabar selaku penolong [13]

Ini adalah sebuah upaya yang harus dilakukan secara aktif oleh manusia, sama seperti mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. Bahkan sama seperti upaya yang dilakukan saat kita meminta bantuan dokter melalui terapi dan obat-obatannya.

Berobatlah kamu semua, dan jangan berobat kepada yang haram

Hadis Riwayat Baihaqi [14]

Saya yakin, selama kita tidak berhenti pada keragu-raguan, maka nilai kebenaran itu akan bersifat mutlak dan konsisten walau dikaji dari kacamata apapun.

Kebenaran itu berasal dari Tuhan-mu,

sebab itu jangan sekalipun kamu termasuk orang-orang yang ragu

Qs. 2 al-Baqarah : 147

Ini adalah sebuah upaya yang harus dilakukan secara aktif oleh manusia, sama seperti mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. Bahkan sama seperti upaya yang dilakukan

Terakhir sebagai advise dari saya, jangan pernah berpikiran bisa menjadi seorang Superman dengan belajar Tenaga Dalam, hebat tidaknya seseorang tidak ditentukan oleh seberapa tinggi atau kuat tenaga dalamnya akan tetapi seberapa jauh mentalitasnya terhadap Tuhan dan sesama makhluk serta seberapa aktifnya dia mendekatkan diri pada ilahi. Jika dengan belajar tenaga dalam kita bisa menyembuhkan penyakit orang lain maka itu semata-mata karena Allah sudah bersedia menitipkan seupil kekuatan-Nya kepada kita untuk menjadi perantara kesembuhan orang lain, jika kita bisa mempengaruhi pikiran orang lain dengan kekuatan pikiran yang diperoleh dari latihan konsentrasi maka lakukanlah itu sebagai bentuk perjuangan dalam mempengaruhi pikiran para wakil rakyat yang sedang demam naik gaji hampir total 50 juta perbulan, dan jika anda dengan belajar tenaga dalam mampu mematahkan besi dan baja maka lakukanlah itu untuk berjuang memberantas pelaku perjudian, penodongan dan berbagai tindakan anarkis lainnya yang dibackup oleh para preman, jika dengan belajar tenaga dalam maka anda bisa mendeteksi sesuatu yang tersembunyi maka gunakanlah itu untuk mendeteksi para koruptor yang lari keluar negeri atau bersembunyi dibawah ketek pejabat.

Demikianlah …

Wassalam.

Armansyah

http://armansyah.swaramuslim.net

—————————————————————————­—–

[1] Lillian Too Explore The Frontiers Of Your Mind Elex Media Komputindo 1997 hal 40

[2] Choa Kok Sui Penyembuhan Dengan Tenaga Prana Tingkat Lanjut Elex Media Komputindo 1993 hal ix

[3] Surah 17 al-Israa’ ayat 77 dan surah 48 al-Fath ayat 23

[4] Surah 17 al-Israa ayat 85

[5] Surah 21 al-Anbiyaa’  ayat 68 s/d 69

[6] Dr. Abbas Mahmud Aqqad  Keagungan Umar bin Khatab Pustaka Mantiq 1993 hal 35

[7] Surah 72 al-Jin ayat 6

[8] K.H.M. Ali Usman, H.A.A.Dahlan, Drs. H.M.D. Dahlan Hadits Qudsi Firman ALLAH yang tidak dicantumkan dalam alquran C.V. Diponegoro 1976 hal 43

[9] Denning & Philips Penuntun Praktis Llewellyn Bela Diri dengan Kekuatan Dalam Elex Media Komputindo 1989 hal 17

[10] Kekuatan disini bisa juga berarti teknologi modern atau hasil pengembangan potensi diri

[11] Qs. 3 Ali Imron : 191 dan 4 an-Nisaa’ : 103

[12] Contoh sewaktu Nabi bermuka masam pada orang buta – Surah 80 ‘Abasa : 1 s/d 11

[13] Qs. 2 al-Baqarah : 45

[14] Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab, Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Islam Penerbit al-Ikhlas Surabaya hal 200

 

One response to “Tenaga Dalam

  1. brravo.. Tapi hati2 dengan yang anda ucapkan jika itu dibarengi dngan nafsu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s