Category Archives: Artikel

Tujuh Tips Kekayaan Babylon

richest man in babylon

The Riches Man in Babylon oleh George S. Clason

Dengan Nama Allah Mang Maha Pemurah Lagi Maha Penyanyang…

The Riches Man in Babylon adalah koleksi kisah-kisah fable (dongeng) dari Babylon yang dikompilasikan oleh George S. Clason kerana baginya kisah-kisah begini sentiasa diingati sampai bila-bila. Buktinya cerita2 macam Ali Baba, Bawang Putih Bawang Merah, kekal dan disebut2 sampai sekarang.

Ia mengisahkan tentang seorang pembuat kereta kuda bernama Bansir yang membuat refleksi tentang masa depannya yang macam tak ada gaya nak berubah. Kerja kuat tapi miskin macam tu jugak.

 Suatu hari kawannya seorang pemuzik bernama Kobbi mahu meminjam 2 syiling dari Bansir. Sayangnya Bansir tidak memilikinya, dan kalaupun dia ada, hanya itu saja syiling yang dia ada. Kedua2 sahabat itu akhirnya berbual tentang kehidupan mereka yang susah, dan bagaimana untuk menjadi senang. Mereka tak tahu bagaimana caranya sehinggalah teringatkan seorang kawan lama yang dah jadi orang kaya iaitu Arkad. Dari Arkad mereka belajar untuk menjadi orang terkaya di Babylon.

Dipendekkan cerita, di sini saya nak kongsikan 7 tips membina kekayaan, atau menyelamatkan dompet yang nipis dari The Riches Man in Babylon:

Tips 1 : ‘Gemuk’kan Dompet

  • Belanjakan 9 syiling daripada 10 syiling emas yang kamu terima
  • Simpan setiap satu persepuluh dari pendapatan

Tips 2 : Kawal Perbelanjaan

  • Buat bajet
  • Pastikan perbelanjaan yang wajib (keperluan) sentiasa boleh dibayar tanpa hutang
  • Perbelanjaan jangan melebihi bajet
  • Syiling emas ke-10 wajib disimpan

Tips 3 : Gandakan Emasmu

  • Jangan simpan bawah bantal
  • Jadikan setiap syiling emas ‘bekerja’ untuk kita
  • Melaburlah di tempat2 yang sesuai

Tips 4 : Pelihara Syiling Emas Dari Hilang/Rugi

  • Melabur hanya bila modal anda selamat & boleh dapat sekurang-kurangnya sedikit pulangan
  • Dapatkan nasihat dari yang pakar dalam bidang pengurusan kewangan
  • Berhati-hati dengan sebarang pujukan kawan2/saudara tentang pelaburan ‘cepat kaya’

Tips 5 : Jadikan Kediaman Sebagai Pelaburan

  • Milikilah sebuah rumah
  • Pastikan bayaran gadai janji lebih rendah dari kadar sewa
  • Rumah yang boleh dibanggakan dan bagus untuk membina keluarga

Tips 6 : Insuranskan Pendapatan Pada Masa Depan

  • Buat persiapan untuk kehidupan selepas pencen
  • Persiapkan untuk memeuhi keperluan sendiri dan keluarga selepas persaraan

Tips 7 : Tingkatkan Keupayaan Untuk Meraih Pendapatan Yang Lebih Baik

  • Lebih fokus dan concentrate dalam pekerjaan
  • Lebih gigih dalam berusaha
  • Lebih bersemangat!

Begitulah sedikit sebanyak tips dari Arkad untuk ‘menyelamatkan’ poket yang hampir kering. Selamat menyimpan secara berhemah!

Kembara & Ziarah Wali Songo 2011

Bismilahirrohmanirrohim…

TENAGA DALAM ILAHI – Insya Allah Rancangan Kembara dan Ziarah Wali Songo akan diadakan pada 22-26 Oktober 2011. Program ini akan diadakan selama 5 hari 4 malam untuk menziarahi ke sembilan makam wali. Kos untuk program kembara dan ziarah adalah RM 2200 (tiket penerbangan, hotel, makan minum dan lain-lain).

Setakat ini sudah 7 orang tempah tempat duduk. Empat dari Singapura dan 3 dari Kuala Lumpur. Kepada sesiapa yang berminat bolehlah hubungi saya (019 2260790) untuk tempah tempat. Tempat adalah terhad. Jadi perlu tempah awal bagi urusan logistik.

TOUR ZIARAH WALISONGO

Day 01                 : Jakarta-Cirebon-Semarang-Demak
06.00                   Berangkat menuju Cirebon
10.00-11.00     Makan siang di lokal restaurant ( Markoni )
12.00-13.00     Ziarah makan Sunan Gunung Djati Cirebon
14.00-15.00      Sholat Dzuhur Di Masjid Agung Cirebon
15.00-18.00     Perjalanan menuju Semarang
19.00-20.00    Makan malam di lokal restaurant ( Sari Rasa )
20.00-22.00    Tiba di kota semarang ( cek Inn Hotel )

Day 02                : Semarang- Demak-Kudus -Muria-Tuban
05.00                    Sholat subuh berjamaah
06.00-07.00    Sarapan pagi di hotel
07.30-08.00    Perjalanan menuju Masjid Agung Semarang
08.00-09.00    Sholat Dhuha di Masjid Agung Demak
09.30-09.45    Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga ( makam kadilangu )
10.30-11.00     Perjalanan menuju kota Kudus
11.15-13.00     Ziarah makam Sunan Kudus,Sholat Dzuhur berjamaah dan makan siang
13.30-14.30     Perjalanan menuju Sunan Muria
14.30-16.00    Ziarah ke makam sunan Muria dan sholat ashar
17.00-17.30    Persiapan berangkat menuju Tuban
17.30-19.00    Makan malam di lokal restaurant ( Taman sari II )
21.00                 Cek Inn Hotel bermalam

DAY  03             : Tuban -Gresik-Lamongan-Jombang-Surabaya

05.00                    Sholat Subuh berjamaah
06.00-07.00    Sarapan Pagi di Hotel
07.30-08.30     Ziarah Ke Makam Sunan Bonang dan Sholat Dhuha di Masjid
Agung Tuban
09.00-09.30     Perjalanan menuju Gresik
09.30-10.30      Ziarah di Makam Sunan Gresik
10.30-11.30     Perjalanan Menuju lamongan
11.30-12.30     Ziarah Ke Makam Sunan Drajat
12.30-14.00    Makan Siang ( Box )
15.00-17.00     Ziarah ke Makam KH.Abdurahman Wachid ( Gus dur )
18.00-20.00     Perjalanan Menuju Surabaya ( makan malam di perjalanan )
21.00                     Tiba di Hotel ( cek Inn )
DAY 04                  : Surabaya-Suramadu
05.00                   Sholat Subuh
06.00-07.00    Sarapan Pagi di hotel
07.30-08.00    Ziarah ke Makam Sunan Ampel
08.00-09.00    Perjalanan Menuju Madura Via Suramadu
10.00-10.30    Ziarah ke makam KH Kholil ( bangkalan )
11.30-12.00      Perjalanan ke Sidoarjo untuk Shoping di tanggulangin
(centra Kerajinan Kulit )
12.30-15.00    Sholat Dzuhur Berjamaah ( Free Program )
16.00                  Persiapan kembali menuju Jakarta
DAY 05       : Jakarta
08.00            Insya Allah kita akan tiba di Ibukota Jakarta.
-TERHAD KEPADA 10 PESERTA ATAU GANDAAN 10 SHJ.
– BERMINAT..? SMSKAN NAMA PENUH,PASPORT DAN BAYARAN PENDAFTARAN RM500
(TIDAK AKAN DI KEMBALIKAN)
– JADUAL AKAN BERUBAH MENGIKUT KEADAAN

Pemimpin Pondok Pesantren Suryalaya Abah Anom Wafat


Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un. Keluarga besar pondok pesantren (Ponpes) Suryalaya di Tasikmalaya, Jawa Barat, berduka. Sebab pemimpin mereka, Shohibulwafa Tajul Arifin alias Abah Anom, menghadap ke Sang Pencipta. Al fatihah

“Telah berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin r.a. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya,” demikian yang tertulis di website Suryalaya.org, Senin (5/9/2011).

Dalam website tersebut tertulis, Abah Anom dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Almarhum adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah.

Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom sejak 1956, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.

Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah kegamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah.

Pondok Remaja Inabah populer sebagai tempat merehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah mengembalikan orang dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat, kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat.

SALAM IDUL FITRI 1432 H

Bismillahirrohmanirrohim…

Dengan kerendahan hati, saya menyusun sepuluh jari memohon keampunan maaf zahir dan batin kepada guru-guru, anak-anak murid, pesakit  serta pengunjung blog saya sekiranya selama blog ini wujud saya ada mengguris hati dan perasaan tuan-tuan dan puan-puan. Halalkan juga segala yang termakan dan terminum. Moga-moga berjumpa lagi kita di ramadan tahun hadapan. amen

Pandangan Al – Ghazali Tentang Jiwa

A. Pendahuluan

Konsep jiwa dalam pandangan filosof muslim begitu kompleks. Para filosof muslim begitu rinci memetakan pembagian jiwa dengan daya-daya yang dimiliki.  Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa para filosof muslim membagi jiwa dalam dua hal yang saling berghubungan erat yaitu aspek rohani dan aspek jasmani. Kedua aspek ini telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan sunnah. Lain halnya dengan konsep jiwa dalam pandangan barat yang lebih cenderung bersifat jasmani. Nilai-nilai spiritualitas dalam pandangan psikologi  barat tidak pernah dikemukakan atau  karena mereka lebih cenderung pada yang bersifat jasmani dan menafikan sifat rohani atau spiritualitas.

Dalam hal ini penulis mencoba memberikan gambaran tentang pemetaan pembagian jiwa oleh seorang filosof dan sufi muslim yang sangat terkenal bagi dunia Islam maupun dunia barat yaitu Imam Al-Ghazali.

B. Sekelumit Biografi Al-Ghazali

Nama lengkapnya adalah Abu Hamid bin Muhammad al-Ghazali lahir pada tahun 450H/ 1058M di Thus. Ayahnya adalah seorang pemintal dan buta huruf. Di antara guru-gurunya adalah Al-Juwaini (Imam al-Haramayn), Ahmad bin Muhammad Razkani dan Abu Nashr serta Abd al-Malik. Ketika di Baghdad dia bersentuhan dengan berbagai pandangan tentang agama dan filsafat yang membuatnya berpandangan terbuka dan meninggalkan keortodoksannya. Karena bakat intelektual yang begitu mencolok dapat dengan baik dilihat oleh Nizham al-Mulk dan mengangkatnya sebagai guru besar di Universitas yang didirikan.

Ketika di puncak kecemerlangan di masanya pada usia 38 tahun dia mulai melakukan perjalanannya. Terjadi konflik batin yang begitu besar yang mengakibatkan dirinya mencari ketenangan dengan menghabiskan waktunya untuk berkhalwat dan melakukan latihan-latihan mistik. Kemudian dia menjadi murid seorang Sufi kenamaan, Adhal bin Muhammad. Selama perjalanannya yang panjang keberbagai tempat seperti Damaskus, Jerussalem, Alexandria, Mekkah dan banyak tempat lainnya dia menulis buku berjudul Ihya ‘Ulum al-Din. Dan karya-karya yang lain seperti Al-Munqidz min al-Dhalal (Penyelamat dari Kesalahan), Tahafut al-Falasifah (Kerancuran Para Filosof), Maqashid al-Falasifah (Doktrin-Doktrin para filosof).

Di akhir hayatnya al-Ghazali lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengkhatamkan al-Qur’an, berada di majelis para sufi, mengajar, melanggengkan shalat dan puasa serta ibadah yang lainnya. Ia wafat di Thus pada tahun  505 H/ 1111 M.

C. Makna Jiwa dan psikologi

Psikologi menurut al-Ghazali adalah ilmu yang mengkaji tentang jiwa. Ia menganggap bahwa pengetahuan mengenai jiwa merupakan jalan untuk mengetahui tentang Allah (ma’rifatullah). Ia menyebutkan bahwa jejak-jejak di mana dapat terlihat keagungan Sang pemilik kebenaran dan kesempurnaan sifat adalah ma’rifat jiwa.

Dalam kajiannya tentang jiwa, terdapat dua macam psikologi yaitu psikologi  yang membahas tentang daya jiwa hewan, daya manusia, daya penggerak dan daya jiwa sensoris, dan kedua adalah psikologi yang membahas tentang olah jiwa, perbaikan akhlak dan terapi akhlak tercela. Jadi jiwa bisa diartikan adalah kesempurnaan pertama (tidak melalui kesempurnaan yang lain) bagi fisik alamiah (bukan bersifat buatan) yang sifatnya mekanistik (memiliki alat-alat tertentu yang dipakai oleh kesempurnaan tersebut untuk memperoleh kesempurnaan berikutnya)

D. Aspek-aspek jiwa manusia

Pada diri manusia terkumpul sekaligus empat dimensi kejiwaan yaitu dimensi ragawi (al-jism), dimensi nabati (al-natiyyah), dimensi hewani (al-hayawaniyyun), dan dimensi insani (al-insaniyyah). Semuanya memiliki berbagai aspek dengan fungsi dan daya masing-masing, baik yang bersifat lahiriah dan dapat diamati maupun yang batiniah tak teramati.

1. Dimensi ragawi

Pada hakikatnya merupakan unsur materi dari manusia yang dapat mengalami kerusakan dan kehancuran. Ia adalah benda pasif yang tak mempunyai daya tanpa rekayasa dari luar.

2. Dimensi nabati (tetumbuhan/al-natiyyah)

Dimensi ini memiliki fungsi nutrisi (al-qhadiyyah), fungsi pertumbuhan (al-naamiyah), dan fungsi reproduksi (al-muwallidah)

3. Dimensi hewani (al-hayawaniyyun)

Dimensi hewan terdapat dua daya yaitu daya penggerak (al-muharrikah, locomotion) dan daya penangkapan (al-mudrikah, persepsi).

Daya penggerak terdiri atas dua daya yaitu

a.       Daya stimulatif atau daya pendorong (iradah) yaitu potensi dan tidak akan menjadi aktus dengan sendirinya. Potensi iradah ini memerlukan rangsangan-rangsangan dari al-mudrikah (daya persepsi) untuk menjadikannya sebagai aktus. Dalam aktualisasinya, iradah ditentukan oleh bentuk positif dan negatif, oleh salah satu dari dua terhadap yang menguntungkan dan kecenderungan negatif terhadap yang merugikan. Kecenderungan pertama disebut dengan syahwah (nafsu, appetite) dan kecenderungan kedua disebut al-ghadab (amarah). Jika informasi dari al-mudrikah mengisyaratkan akan muncul kerugian, maka irradah untuk menghindari menjadi aktus, selanjutnya mempengaruhi qudrah (kemampuan berbuat) untuk melahirkan perbuatan menghindar, kemudian lahirlah perbuatan menghindar.

b.       Daya aktif atau daya berbuat (al-fa’ilah) yaitu daya yang bergerak di dalam otot dan syarat untuk melakukan gerakan yang sesuai atau untuk menarik manfaat atau menolak bahaya.

Daya persepsi (al-mudrikah) terbagi pada daya persepsi dari luar dan daya persepsi dari dalam.

a. Daya persepsi luar (al-mudrikah min al-kharij)

Daya ini terdapat pada pancaindera menangkap informasi-informasi tersebut bukan alat-alat indera, melainkan jiwa hewan yang ada di dalam jiwa manusia. Hal ini sebagai konsekuensi logis bahwa anggota fisik tidak memiliki daya, tetapi hanya sebagai alat bagi daya jiwa. Indera-indera luar itu adalah:

1.     Indera peraba yang merupakan mata-mata pertama bagi jiwa. Ia tersebar di seluruh kulit, daging keringat dan syarat badan, yang memiliki kualitas panas, dingin, lembab, kering, keras, lembek, lembut, keras ringan dan berat. Jadi daya perabaan ini adalah satu jenis untuk empat macam daya, pertama daya yang memutuskan kontradiksi antara panas dan dingin, kedua antara basah dan kering, ketiga antara keras dan lembut dan keempat antara kasar dengan halus. Hikmah yang terkandung dalam daya perabaan adalah ketika hikmah ilahi mengharuskan hewan bergerak dengan keinginan terdiri dari berbagai unsur, dan merasa tidak aman dari bermacam-macam bahaya yang mengejarnya, maka tuhan memberi kekuatan dengan daya perabaan sehingga hewan tersebut dapat menyelamatkan diri ke tempat yang aman

2.     Indera penciuman adalah daya yang ada terdapat pada bagian atas dalam hidung,terlihat dari bagian depan dan menonjol dari otak. Ia mempersepsi bau-bauan melalui udara. Indra penciuman pada hewan lebih kuat dan lebih sengit dibandingkan dengan manusia. Dan setelah daya perabaan indera penciumanlah yang terbentuk di dalam janin.

3.     Indera pengecapan mempersepsi makanan yang sesuai dan makanan yang tidak sesuai. Letaknya di lidah. Rasa bercampur dengan ludah yang diubah menjadi rasa. Jadi ludah berubah menjadi kualitas rasa. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Ibnu Sina.

4.     Indra penglihatan berfungsi untuk mempersepsi gambar yang memantul di dalam membran yang berasal dari cermin fisik yang memiliki warna yang menyebar pada benda-benda bercahaya hingga ke permukaan benda-benda licin. Jadi penglihatan terjadi karena pantulan gambar yang dilihat oleh membran mata dengan perantaraan kornea.

5.     Indera pendengaran muncul ketika suara muncul karena tekanan gelombang udara yang berasal dari lubang telinga atau daun telinga menuju udara yang menetap di bagian dalam otak dan menggerakkan sesuai dengan bentuknya.

b. Daya persepsi dalam (Batin)

Selain daya persepsi luar ada juga daya persepsi dari dalam. Berdasarkan fungsinya daya ini terbagi pada tiga bagian.

1.     daya yang mempersepsi tetapi tidak menjaga,

2.     daya yang menjaga tetapi tidak menyimpan

3.     dan daya yang mempersepsi dan bereaksi

Menurut al-Ghazali informasi yang diterima lewat indera dari luar akan melalui lima proses dalam lima tahapan dari daya persepsi batin. Daya yang termasuk di dalam daya persepsi batin adalah

1.     Indera kolektif (al-hiss al-musytarak)

Adalah daya di mana semua objek indera berkumpul untuk dipersepsi. Sebagai contoh Ketika kita melihat air hujan jatuh (dalam bentuk garis lurus) dan titik bergerak cepat sebagai garis yang melingkar, semuanya melalui proses pengamatan bukan khayalan. Dengan mata lahir kita melihat  bahwa air hujan dan titik yang bergerak sebagaimana adanya. Namun demikian mata hanya akan melihat sesuatu yang jatuh secara berlawanan dan bukan dalam bentuk garis. Artinya pada saat itu kita mengetahui bahwa ada daya lain karena sebelum satu kondisi yang satu hilang muncullah kondisi yang lain dan seterusnya, sehingga kita melihatnya seperti garis lurus atau garis lingkaran. Indera kolektif (al-hiss al musytarok) ini hanya mempersepsi objek yang bersifat parsial-fisik, tidak mempersepsi gestalt-rasional (al-kulliyat al-aqliyah) juga mempersepsi kenikmatan dan penderitaan yang berasal dari objek indera eksternal sebagaimana mempersepsi objek yang berasal dari khayalan.

2.     Daya khayal (al-khayaliyah, representasi)

Adalah daya yang menyimpan semua gambar dari objek indera setelah  menghilang. Daya khayal dan daya indera kolektif secara bersama-sama mengalami proses pembedaan. Dengan kedua daya tersebut kita dapat memutuskan bahwa rasa ini bukan dimiliki oleh yang punya warna ini, dan pemilik warna ini memiliki rasa ini dan sebagainya. Oleh karenanya hakim tidak akan memutuskan sesuatu yang belum pernah dihadirkan oleh terdakwa.

3.     Daya waham (estimasi)

adalah daya yang akan mempersepsi makna-makna parsial yang bersifat non-inderawi dari hal-hal yang parsial-inderawi. Seperti kambing mempersepsi permusuhan dari serigala dimana permusuhan bukan merupakan suatu yang bersifat inderawi, tetapi daya waham mempersepsinya karena melihat serigala. Daya waham merupakan pemimpin bagi semua perilaku hewan, seperti hukum akal pada manusia.

Pada manusia daya waham memiliki hukum-hukum tertentu di antaranya mempengaruhi jiwa untuk menolak keberadaan segala sesuatu yang tidak dapat dikhayalkan atau digambarkan di dalam khayalan. Al-Ghazali mengatakan bahwa beberapa objek persepsi yang diiringi oleh beberapa respon mampu membentuk keterkaitan-keterkaitan antara objek-objek tersebut dengan berbagai respon. Jadi jika hewan atau manusia mempersepsi stimulus tersebut di lain waktu, maka berbagai respon yang sama akan muncul darinya.

Al-Ghazali sangat memahami respon bersyarat. Sebagai contoh respon takut terhadap ular berkaitan dengan bentuk dan warnanya yang menjalar juga pada tali yang berwarna dan bentuknya yang mirip dengan ular. Jadi daya waham memiliki fungsi psikologis terutama dalam pembentukan respon bersyarat.

4.     Memori/mengingat (az-zakirah)

Semua makna parsial yang ditangkap oleh daya waham disimpan oleh daya memori. Jadi daya memori merupakan gudang bagi semua makna parsial.

5.     Daya fantasi/imajinasi (mutakhayyilah)

Daya ini menyusun dan memisahkan gambar-gambar satu sama lain, menyusun dan memisahkan makna-makna parsial satu sama lain serta mengaitkan gambar dengan makna. Jiwa menggunakan daya fantasi dalam melaksanakan proses penyusunan dan pemisahan seusai dengan hukum atau aturan yang dikehendaki, jadi akan memberi kemungkinan pada manusia untuk mempelajari berbagai bidang disiplin ilmu dan keahlian. Daya ini merupakan daya tertinggi dalam pengelolaan informasi. Kadang-kadang fantasi melaksanakan fungsi menyusun dan menggabungkan makna dan gambar untuk membantu akal praktis dan akal teoritis. Jika jiwa mempergunakannya pada sesuatu yang rasional maka itulah yang dinamakan berpikir.

Seluruh tingkatan daya pada daya persepsi batin memerlukan otak sebagai alat untuk memproses informasi-informasi tersebut. Al-hiss al-musytarak bertempat pada pangkal syaraf indera pada otak bagian depan, al-khayaliyah di belakangnya, masih pada bagian depan otak, al wahamiyah bertempat lebih khusus pada rongga tengah otak, terutama sebelah belakangnya, al-mutakhayyilah pada rongga otak, sebelah depan, sedangkan az-zakirah (al-hafizah) bertempat di bagian belakang otak.

Proses pengolahan informasi pada daya persepsi baik dalam maupun luar hanya sampai pada  batas abstrak fisik. Artinya, informasi itu telah dapat dilepaskan dari fisiknya sehingga yang ditankap adalah kesan atau makna saja. Kalaupun ia dapat dipandang sebagai pengetahuan, maka tingkatannya masih sangat rendah. Semua proses ini masih berada dalam wilayah daya jiwa hewan dan bukan merupakan daya khas jiwa manusia.

4. Dimensi Insani

Pada Dimensi Insani atau daya jiwa khas manusia atau dikenal dengan jiwa rasional (an-nafs an-natiqah), daya jiwa lebih tinggi dari pada itu, dan telah memiliki dua daya, yaitu daya praktis (al-amilah, practical) dan daya teoretis (al-alimah, an-nazariyah, theoritical).  Dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah akal (akal teoretis dan akal praktis)

Daya /akal praktis adalah daya yang bertanggung jawab mengatur badan, bekerja sama dengan hasrat yang mendorong manusia melakukan berbagai perilaku parsial. Misalnya malu, segan menangis dan tertawa. Daya praktis berfungsi menggunakan tubuh melalui daya-daya hewan untuk mengontrol hawa nafsu sehingga hawa nafsuyang terdapat dalam badan tidak menjadi halangan bagi daya teoritis untuk membawa manusia ke tingkah yang lebih sempurna. Daya praktis juga merupakan daya yang bertanggung jawab terhadap akhlak. Kerja sama daya praktis dan daya fantasi serta daya waham ini melahirkan kesimpulan berbagai keahlian keterampilan dan profesi. Kerja sama daya praktis dan daya teoritis akan melahirkan berbagai ide moral seperti kejujuran, kebaikan, kebohongan, keburukan, keadilan, keindahan dan sebagainya.

Sedangkan daya/akal teoritis berfungsi menyempurnakan substansinya. substansinya bersifat immateri dan abstrak. Ia berhubungan dengan pengetahuan-pengetahuan yang abstrak dan universal.  memiliki tingkatan-tingkatan sebagai berikut:

a.     Akal potensial (hayuulaanii)

Pada fase ini akal masih berupa potensi. Kondisinya diibaratkan seperti adanya kemampuan menulis pada anak kecil yang belum mampu menulis. Potensinya sudah ada tetapi belum muncul secara aktual.

b.     Akal properti / habitual (bil malakah/ mumkin)

Pada fase ini akal telah dimungkinkan untuk mengetahui pengetahuan aksiomatis secara reflektif. Pengetahuan ini disebut sebagai pengetahuan rasional tingkat pertama / insting akal (gharizah al-aql)

c.      Akal aktual (bil fi’li)

Pada fase ini akal telah bisa menggunakan pengetahuan pertama sebagai premis mayor dalam silogisme untuk memperoleh pengetahuan rasional kedua. Pengetahuan pertama sebagai modal dan pengetahuan kedua sebaga hasil pemikiran.

Berfikir pada fase ini bukan semata-mata merupakan hasil akal murni tetapi juga menggunakan daya al-mutakhayyillah yang ada pada jiwa sensitif

d.     Akal perolehan (al-aql mustafad)

Pada tingkatan ini akal telah mempunyai pengtahuan-pengetahuan secara aktual dan menyadari kesadarannya secara faktual. Pada taraf ini akal bersifat pasif. Pengetahuan diperoleh dengan sendirinya tanpa memerlukan proses berfikir. Pengetahuan ini merupakan limpahan dari akal yang selamanya aktual (akal aktif malaikat yang bertugas untuk memberi pengetahuan pada manusia)

E. Penutup

Dari gambaran tentang pembagian jiwa oleh al-Ghazali ini dimaksudkan agar dengan mengenal hakekat jiwa manusia, maka akan terbantu mengenal Tuhan. Di mulai dengan mengenal jiwa manusia  dan daya-dayanya kemudian menuju ma’rifatullah. Penetapan jiwa secara umum tumbuh dengan pengaruh nutrisi, tumbuh dan berkembang biak, hewan dengan pengaruh indera dan gerak ikhtiar, dan jiwa manusia dengan kemampuan gerak dan persepsi totalitasnya, diketahui bahwa semua perilaku berkaitan dengan suatu prinsip yang dinamai jiwa.

Dari perpspektif psikologi sufistik, al-Ghazali memetakan perkembangan jiwa manusia menuju kesempurnaan dengan puncaknya berupa pengetahuan atau penyatuan dengan yang Maha Mutlak.  Dan ini hanya dapat dialami oleh jiwa-jiwa manusia yang bersih yang telah mendapatkan nur Ilahi.

Herba Kanser – Pokok Belalai Gajah

Bismillahirrohmanirrohim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani)

Nama Tempatan: Belalai Gajah
Nama Saintifik: clinacanthus Nutans
Nama Lain: Gendis(melayu),E zui hua( snake plant,Sa-laid-pang-porn, phaya yo ,phaya plongtong(Thai)
Famili: acanthaceae
Lokasi dijumpai: tumbuhan herba
Asal: Tumbuhan tempatan

keterangan:

Pokok belalai gajah merupakan sejenis herba popular  dalam perubatan tradisional thai dan china. Ia merupakan sejenis tumbuhan herba dengan batang yang kecil dan panjang. Pokok ini memerlukan sokongan kerana batangnya yang kecil dan lembut itu mudah rebah apabila dilanda angin. Tumbuhan daripada keluarga acanthaceae.Ia boleh membiak melalui keratan batang.

kegunaan:

Ia digunakan di thailand sebagai bahan untuk merawat penyakit kulit. Ekstrak daripada daunnya yang segar digunakan untuk merawat ruam kulit.Malahan ekstrak dari tumbuhan ini juga digunakan didalam krim yang disapu pada badan ketika terkena cacar air (chicken pox).Ekstraknya juga digunakan untuk mengubati dermatitis Ia juga digunakan sebagai penawar kepada racun dari gigitan ular. Ada Kajian saintifik  menunjukkan walaupun ekstrak tumbuhan ini tidak memberikan tindakbalas langsung terhadap bisa ular, tetapi jika diberikan secara oral ia akan memanjangkan tempoh bertahan tikus yang telah disuntik dengan racun ular
TENAGA DALAM ILAHI (TENDAI) – Jangan berputus asa dan putus harapan untuk hidup sekiranya disahkan oleh pakar perubatan bahawa anda mengidap kanser payudara atau apa-apa penyakit berkenaan kanser kerana Allah telah menyatakan bahawa setiap penyakit ada penawarnya kecuali maut. Berita baik untuk pesakit kanser yang kronik pada peringkat 3 dan 4. Selalunya bila disahkan oleh pakar perubatan pada tahap ini. Sudah dianggap terlambat untuk diubati lagi. Pesakit hanya akan diberitahu oleh doktor berapa lama jangka hayat pesakit itu boleh hidup sahaja.
Sila sebarkan kepada ahli keluarga atau kawan-kawan tentang pokok Belalai Gajah ini. InsyaAllah ada yang sembuh dari pemakanannya. Tengok laporan tentang penyembuhan penyakit kanser ini dan cara untuk makan daunnya.

Sehat dan sakit seseorang itu adalah ketentuan ilahi. Hanya Allah yang dapat menyembuhkan seeorang itu jika hambaNya berusaha untuk mencari penawarnya yang dianugerahkan kepada kita diatas muka bumi ini. Pokok ini hanya sebab musabab untuk menyembuh penyakit sahaja.

Beberapa testimoni berkenaan herba ini

Recently, I met a man who had Lymphatic Cancer – Stage 4 with 123 lymph nodes affected. His cancer started in March 2008.

Affected parts: 1st: Right lung, 2nd: Left lung, 3rd: Groin, 4th: Eye and 5th Mouth.
After 9 chemo therapies he stopped the treatment on 10/11/2008 because 5 specialists said he can only survive for 3 months. Today, after more than 2 years, he has recovered and is still living. Thanks to the Sabah Snake Grass (Clinacanthus) which he planted outside his house.

He blended the leaves with green apple (minus skin and seeds) and drank them after breakfast everyday.


After 3 days, 6 tumours disappeared.
After 13 days, he went for a blood test.The oncologist said that he was 96% cured.

So far more than 200 people who had taken the herbs showed improvement.

Case 1)

Man – age 54
Lung Cancer: 3rd stage.
Chemothrapy 6 times
Tumour before taking Sabah Snake Grass 29mm, 44mm, 76mm
Tumour two weeks after taking Sabah Snake Grass
reduced to 20mm, 27mm, 67mm respectively

Case 2) Woman

Uterus cancer – tumour size 6cm
Scheduled for surgery. After taking SSG, reduced to 3.5cm.
Doctor said no need to operate
Continue taking the SSG, the tumour disappeared.

Case 3) Man

Prostate Cancer
After taking SSG for 11 days, the tumour disappeared.

Case 4) Woman from KL

Breast and Lung Cancer
Both breasts removed – 4 stage.Very weak, cannot eat, on drip and lying in hospital.
Family member poured SSG juice into her mouth through tube.
After a few days, could eat and was discharged.
28 days later was all tumours disappeared.

Case 5) Woman from Taiping

Breast Cancer
After taking SSG for 3 days, the wound dried up.

Case 6) Leukemia Patients

So far 4 cases have been cured after drinking SSG juice.
They also drank juice from 3 leaves of Guo Sai Por
(Ti Tham Tou) once per week.

Case 7) Dialysis Patients

After taking SSG for 10 days, stopped going for dialysis treatment.

Case 8) Patients with High Cholesterol, High Blood, High Uric Acid and Diabetes
After taking SSG, the conditions improved.

Number of leaves used for treatment for Cancer:
Stage 1 : 30 leaves everyday
Stage 2 : 50 leaves everyday
Stage 3 : 100 leaves everyday
Stage 4 : 150 – 200 leaves everyday
When the patients get better, reduce the number of leaves.

Direction for juicing SSG
a) Pour half cup of clean water in a blender
b) Add 1 or 2 ice cubes to prevent heating during blending
c) Add 1 quarter of lemon or half a lime juice (provide Vitamin C and prevent oxidization )
d) Wash the required fresh SSG leaves and put them into the blender
e) Peel a green apple and remove the core/seeds
f ) Cut the apple into 8 pieces
g) Put in the pieces of apple
h) Blend and drink immediately or within 5 minutes. (consume daily)
I ) If your body is “cooling” add a few slices of ginger or drink warming herbs


Food to avoid :
Sugar and products made with sugar, honey, kembong fish, ray fish, 7 angled-fish, chicken meat, duck meat, yam, glutenous rice, margarine, durians, bird nest, ginseng and other rejuvenating herbs.

Besides SSG, papaya, apricot seeds, lemon grass and many types of fresh raw vegetable and fruit juices can also be used for treating cancer.

I believe all chronic diseases can be cured with the combination of detoxification, maintaing blood Ph 7.35-7.4, increasing body oxygen, eating natural nutrients and herbs, a healthy lifestyle and good eating habits.There are quite a number of patients with cancer and other chronic diseases recovering and got cured based on my coaching above and natural treatments.

Hidup Itu Mudah

Sebuah gambaran tentang hidup manusia yang terkadang melakukan sesuatu lompatan menggunakan energi besar bagi sesuatu tujuan, terkadang hasil akhir dari tujuan tersebut tanpa disedari telah dilakukannya selama ini, sayangnya selama ini tidak pernah diperhatikan dan difahami.

Ranyak dari kita melakukan suatu pacuan hebat dalam mainstream kehidupan, tanpa mengenal lelah akan sebuah impian agar dapat diraih, menggunakan pemikiran dan sudut pandang yang cenderung rumit dalam mengharungi hidup. Sering kali semasa kerasnya pacuan kita menemukan sebuah kata yang sangat sederhana iaitu apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup. Tujuan hidup tidak mesti dan tidak semuanya melulu berbicara material atau harta, walaupun tidak dimungkiri bahwa manusia memerlukan harta atau material. Bukan sebuah jaminan bahwa material atau harta yang berlimpah mampu memenuhi tujuan hidup yang sebenarnya. Banyak kisah, orang dengan harta berlimpah tetapi jiwanya sepi dan kosong, ada juga orang dengan keterbatasan material namun jiwa dan hidupnya diliputi kebahagiaan, sukacita dan damai sejahtera.

Menggunakan hati yang sederhana dalam menatap, melangkah, dan memaknai kehidupan merupakan sebuah tindakan yang bijaksana bagi meraih tujuan hidup yang sebenarnya itu sendiri. Hidup ini mudah sahaja jika kita menggunakan hati yang sederhana, namun akan menjadi rumit jika menggunakan parameter yang rumit tergantung mana yang kita akan dipilih. Berikut ilustrasi yang menggambarkan berputarnya sebuah proses mengenai tujuan hidup.

Seorang pelancong  sedang bercuti dan memancing  di sebuah Teluk Kecil di Pantai,  saat itu sebuah sampan kecil merapat. Di dalam sampan terdapat ikan-ikan tuna yang  besar. Sang pelancong  memuji hasil tangkapan itu dan bertanya, perlu berapa lama untuk menangkapnya.

Sang nelayan “ Cuma sebentar sahaja tuan”

Pelancong “Mengapa ia tidak memancing lebih lama supaya dapat ikan lebih banyak”.

Sang nelayan “Ia memerlukan cukup waktu untuk  urusan keluarganya”.

Pelancong “Jadi waktu anda dihabiskan untuk apa saja ?”

Sang nelayan, “Saya tidur  larut malam, cari ikan, bermain dengan anak, kemudian bercengkrama dengan isteri. Waktu lain waktu malamnya saya bersosialisasi sambil bernyanyi dan main gitar dengan teman–teman, waktu saya penuh dan cukup sibuk”.

Pelancong ” Saya MBA lulusan Harvard,  saya dapat menolong anda. Anda harus meluangkan lebih banyak lagi waktu untuk mencari ikan, dengan cara itu anda dapat membeli sampan yang lebih besar. Dari sampan yang besar, anda dapat membeli beberapa buah lagi sampan. Akhirnya, anda akan punya satu armada penangkap ikan!. Disamping menjual hasil tangkapan, anda bahkan boleh  membua kilang memprose ikan, jadi anda menguasai mulai dari pegeluaran, pemmrosesan, dan pengedarannya. Anda tidak perlu tinggal di desa nelayan di Pantai  ini, dan pindah ke bandar besar. Dimana anda dapat melebarkan bisnes kerajaan anda.

Sang Nelayan “Untuk itu perlu waktu berapa lama, tuan?”

Pelancong ” Sekitar 15-20 tahun lebih kurang”

Sang Nelayan ” Tapi setelah itu apa, tuan ?”

Pelansong ” Inilah masa yang terbaik, pada saat yang tepat anda jual perusahaan ke bursa saham, jadilah anda kaya raya, anda boleh jadi jutawan”.

Sang nelayan ” Jutawan, tuan ? Lalu apa? “

Pelancong ” Kemudian anda boleh pencen dan tinggal di desa nelayan kecil dimana anda boleh tidur larut malam, memancing ikan, bermain dengan anak cucu, bercengkerama dengan kerabat dan istri, dan lain waktu malamnya anda boleh  bersosial dengan teman sambil bermain gitar”.

Sang Nelayan ” Ah ! Itu kan yang saya lakukan sekarang  mister, si nelayan menjawab sambil tersenyum . . Hidup itu mudah, tuan!!….

Kemakmuran kadang-kala  bukan diukur dari harta yang kita miliki, tetapi dilihat dari hal dan kebahagiaan yang tidak boleh dibeli dengan wang. Hidup yang wajar, tidak bererti perlu kaya raya dan berharta, kerana belum tentu membuat orang bahagia. Hanya dengan beriman melalui jalan Tuhan kita dapat temukan kebahagiaan tersebut. Menapak dan memaknai hidup dengan hati yang sederhana akan lebih memudahkan kita untuk meraih tujuan hidup yang sebenarnya.