PERBEZAAN ANTARA ILMU TASAWUF DAN ILMU HIKMAH

PENGERTIAN ILMU HIKMAH

 
Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebatinan dengan kaedah zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantera berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari’at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain

PENGERTIAN TASAWUF


Iaitu bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 7).
Aslinya Tasawuf (iaitu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhi diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kemewahan, harta dan pangkat yang diburu  orang ramai, dan menyendiri dari makhluk di dalam khalwat untuk beribadah (Lihat kitab Zhuhrul Islam IV-Halaman 151)

Adapun batasan tasawuf adalah : Maka berkata Junaed : Iaitu bahwa kebenaran mematikandari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Dan dikatakan : Masuk pada segala ciptaan yang mulia dan keluar dari segala ciptaan yang hina. Dan dikatakan : Iaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia. Dan dikatakan : Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu. Dan dikatakan : Tasawuf itu dibangun atas 3 macam : (1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir (2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain (3) Meninggalkan mengatur dan memilih (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 4).
 TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH
Dengan puasa, zikir/wirid, amalan, doa, membaca ayat-ayat Qur’an, dengan mantra, sya’ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain
TATA CARA MENGUASAI TASAWUF


Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kau tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH  Ta’ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).
Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah fasik (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).
Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri).

Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah.

Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang.

Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma’rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).
Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat : (1) Derajat Awam (umumnya manusia) (2) Khowwash (3) Khowwasul Khowwash.

 Maka

(1) ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang

 (2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bahagian akhirat tanpa mencari bagian dunia.

(3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: “Bukanlah permintaanku berupa syurga jannatun na’im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu” (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).

TUJUAN HIKMAH
Tujuannya masalah duniawi seperti kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerezekian dan lain-lain
 TUJUAN TASAWWUF
Tujuannya adalah Ma’rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)
KEKUATAN LUAR BIASA


Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca idnera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma’nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (berterusan) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Imam Ibnu ‘A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna isqomahnya. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : “Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjuahi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari’at” (Lihat kitab Risalah Qusyayriyyah halaman 14 atau buku 40 Masalah Agama III halaman 38)
Sumber :
Kitab Iyqo-zhul Himam fii Syarhil Hikam cetakan dan terrbitan Al Haromain, Jeddah karangan Al ‘Arif Billah Ahmad bin Muhammad bin ‘Ajibah Al Husni.
40 Masalah Agama III, penerbit Pustaka Tarbiyah, karangan KH.Siradjuddin Abbas

ISMUL A’ZHOM


Ismul A’zhom adalah merupakan sebuah doa yang terdapat di dalamnya rangkaian dari beberapa Nama-Nama ALLAH yang indah (Asmaul Husna). Dan banyak ulama ahli hikmah yang menggunakan sarana doa Ismul A’zhom ini untuk tujuan keilmu hikmahan mereka, di antaranya untuk kekebalan atau keselamatan dari segala bencana dan kejahatan. Karena khasiat dari Ismul A’zhom adalah apabila berdoa pasti dijawab dan apabila meminta pasti diberikan oleh ALLAH SWT. Sedangkan bunyi dari doa Ismul A’zhom itu ada yang berasal dari Nabi Muhammad SAW langsung dan ada juga buatan para ulama.
Adapun menurut hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Baridah ra. dia berkata :
“Nabi SAW pernah mendengar seseorang berdoa yang mengucapkan, “Allaahumma inni as-aluka bi-annii asyhadu annaka antallaahu laa ilaaha illaa antal ahadush shomadul ladzii lam yalid walam yuulad walam yakullahuu kufuwan ahad.” (artinya : Ya ALLAH sesungguhnya aku minta kepada-Mu dengan bahwa aku bersaksi bahwa Engkau adalah ALLAH yang tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang Maha Esa lagi Maha Tempat Meminta, yang tidak beranak dan tidak dilahirkan dan tidak ada yang menyamainya oleh sesuatu apapun).
Baridah ra. kembali berkata : “Nabi (kemudian) berkata, “Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh orang itu meminta kepada ALLAH dengan Ismul A’zhom (nama-Nya yang Agung), yang apabila dia berdoa dengan Ismul A’zhom tersebut maka ALLAH akan menjawabnya, dan apabila dia meminta dengan Ismul A’zhom tersebut maka ALLAH akan berikan”.
(Hadits Riwayat Imam Abu Daud, Turmudzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah)
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Ismul A’zhom itu terdapat juga pada dua ayat Al Qur’an yaitu : Wa ilaahukum ilaahuwwaahid, laa ilaaha illaa huwarrohmaanurrohiim. Dan juga pada pembukaan surat Ali ‘Imron yaitu : Alif Laaam Miiiim. Allaahu laa ilaaha ilaa huwal hayyul qoyyuum.

Ada juga dalam ayat Kursyi serta doa Nabi Yunus as yaitu : Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin.

ISTILAH-ISTILAH DAN DALIL DALAM ILMU HIKMAH

Dalil-dalil berikut ini kami ambil dari beberapa sumber yang kami miliki seperti Al Qur’an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror dan lain-lain.
1 KHASIAT ZIKIR
• PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR. Sesungguhnya ALLAH berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku” (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh)
• TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH.

ALLAH berfirman, “ANA ‘INDA ZHONNI ‘ABDII BII WA ANA MA’AHU IDZAA DZAKARONII”. Artinya : “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku”
• ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS).

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, “AHABBUL A’MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA”. Artinya, “Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit”. (HR. Bukhori dan Muslim)
2 MA’UNAH


MA’UNAH BAGI MANUSIA.

 Sesungguhnya ALLAH akan menurunkan MA’UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya) (HR. Ibnu ‘Adi dari Abu Hurairah)
• HAKIKAT MINTA TOLONG.

 Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (Surat Al Fatihah ayat 5)
• TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH. Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat (Surat Al Baqoroh ayat 45)
• BANTUAN MALAIKAT.

 Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)
• PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH.

Nabi SAW bersabda, “TA’ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA’RIFKA FISY SYIDDAH”. Artinya : “Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah” (Hadits Muttafaq ‘Alayhi)

3 DOA’


• DOA MENOLAK TAKDIR.

Sesungguhnya seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang menimpanya, tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali Do’a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat baik (HR. Ibnu Hiban dari Tsauban)
MENOLONG DENGAN DOA.

Doanya orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak mengetahuinya akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka berkatalah malaikat itu : “AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti tu” (HR. Ahmad dari Abu Darda’)
• DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN.

Takutlah terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH (HR. Tirmidzi)
4 RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)
• BOLEH MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA.

 Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik.” (Ibnu HIbban)
• JAMPI YANG BERMANFAAT.

Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit ‘Ain (mata jahat) dan keracunan (HR. Abu Daud)
• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.

 Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit ‘Ain, keracunan dan kesemutan” (HR. Imam Muslim dari Anas)
• MANTERA SUCI.

Dari Abu Sa’id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu berkata, “Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu”. Nabi menjawab, “Ya”. Lalu Jibril as berkata, “Dengan nama ALLAH aku menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu (HR. Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)
• JAMPI YANG BERMANFAAT.

Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah jampi-jampi itu baik?” Nabi menjawab, “Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa” (HR. Abu Daud)
• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.

‘Aisyah berkata, “Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking” (HR. Ibnu Majah)
• JAMPI ATAU MANTRA BOLEH ASALKAN  TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI’AT.

Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, “Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, “Apakah ada orang yang menjampinya?. Maka sahabat menjawab, “Sesungguhnya keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular, maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut.” Nabi bersabda, “Panggillah ‘Umaroh bin Hazm !” Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, “Tidak apa-apa jampi-jampinya”. Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya. (HR. Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)
5 AZIMAT, RAJAH, WIFIQ
• AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR’AN.

Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al Qur’an untuk penyakit ‘Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, “Tidak apa-apa menulis Al Qur’an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit”. Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau menyuruh menulis 2 ayat Al Qur’an untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan berkata Ayub, “Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan sebagian dari Al Qur’an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit” (Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)
• KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA.

Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, “Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku” (Surat Yusuf ayat 93)
• ULAMA MEMBOLEHKAN. Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, “Jikalau Al Qur’an ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana kemudian membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan tersebut oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza’i : ‘ Tidak apa-apa dengannya’ . Tapi An Naha’i memakruhkannya”. Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,”Jika menulis Al Qur’an di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya”. Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang karena menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67)
• MEDIANYA HARUS HALAL.

 Imam Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur’an untuk orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media/bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulisnya dengan selain Al Qur’an seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda, karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi (media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal membolak-balikkan huruf Al Qur’an. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof)
6 SIHIR
• PENGERTIAN SIHIR.

Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas yaitu ketika Nabi SAW sakit seolah mendatangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahu oleh Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan berupa tali yang disimpul-simpulkan. ‘Aisyah ra. berkata, “Rasulullah SAW pernah disihir sehingga beliau sungguh berkhayal bahwa dirinya mendatangi istri-istrinya padahal beliau tidak mendatangi istri-istri beliau.” (HR. Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad). Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100)
7 TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI


• SARANA AIR DAN GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata, “Ketika Rasulullah SAW solat, ketika sujud beliau disengat oleh kalajengking pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan beliau berkata, “Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan selainnya”. Abdullah bin Mas’ud berkata, “Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu beliau memulai meletakkan air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu’awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang” (Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141)
• SARANA TANAH.

Dari ‘Aisyah ra dia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya bisul/kudis atau luka, maka beliau berkata dengan jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan beliau berkata, “Dengan Nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami.” (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
8 TIUPAN KE BENDA MATI


• TIUPAN KE TUBUH.

 Dari ‘Aisyah dia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau meniup kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu’awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap bagian tubuh mana saja yang tangannya sampai.” (HR. Imam Bukhori dan Muslim)
9 ISTIKHDAM (BANTUAN MAKHLUK)


• KHODDAM MALAIKAT.

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)
• KHODDAM JIN.

ALLAH berfirman, “Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (Al Qur’an surat An Naml ayat 17)
• HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Surat Al Jin ayat 6)
10 JUMLAH WIRID / ZIKIR


• SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, “AHABBUL A’MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA”. Artinya, “Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit”. (HR. Bukhori dan Muslim)
• DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil mencintai yang berjumlah ganjil.”
• DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN.

Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila kamu mengadu sakit, maka letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, “Dengan Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini”, kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil” (HR. Imam Turmudzi)
11 IKHLAS


• IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH.

Katakanlah, “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya”. (Surat Al An’am ayat 162-163)
• AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS.

Diriwayatkan dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ALLAH Ta’ala tidaklah menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara ikhlas dan yang dicari adalah wajah ALLAH.” (HR.An Nasa-i)
• IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA.

Sesungguhnya ALLAH Ta’ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH. (HR. Bukhori dan Muslim)
12 KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT, ILMU SABDA (sekali ucap langsung nyata)


• FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH.

Nabi SAW bersabda, “ITTAQUU FIROOSATAL MU’MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI”. Artinya : “Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu’min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH” (HR. Turmudzi)
• PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT.

Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk”. (HR. Bayhaqy)
13 UPAH JASA HIKMAH


• BOLEH MINTA UPAH.

Abu ‘Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa’id Al Khudri ra. dia berkata: “Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan 30 pengendara. Maka turunlah kami di suatu kaum orang Arab lalu kami minta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka. Maka mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada seseorang yang bisa menjampi dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan : Ya, aku. Akan tetapi aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan kami sesuatu. Mereka menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa’id berkata maka aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL ‘AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x atas sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam seekor kambing, disodorkanlah kepada kami. darinya. Lalu kami manahan diri sehingga mendatangi Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu kepada beliau. Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahwa Al Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu.”
• BOLEH AMBIL UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR’AN.

Seorang sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi ‘Alayhis Sholaatu was Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH. (HR. Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu ‘Abbas ra)
• UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR’AN.

Abu Nu’aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, “Telah besabda Nabi ‘Alayhis Sholatu was Salam, ‘Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur’an, maka demikian itu bagiannya dari Al Qur’an.’”
• IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH.

Para Imam Madzhab yang 3 dan sebagian Ulama’ Madzhab Hanafi dari golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas) tentang mengambil upah.
• TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH.

Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly : Tidak boleh mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari Al Qur’an, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir, hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, BOLEH. Seperti itu juga (membolehkan upah) pendapat Imam Syafi’i, Nashir, ‘Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA’ALA merahmati mereka)
(Ketiga hadits dan pendapat ulama tersebut dapat dilihat di kitab Khozinatul Asror halaman 64)

About these ads

One response to “PERBEZAAN ANTARA ILMU TASAWUF DAN ILMU HIKMAH

  1. Carilah guru yang mursyid untuk belajar Illmu Tasawuf semoga kita tidak sesat. Tidak disesatkan oleh tipu daya Syaitan laknatullah. Fikiran kita selalu tersalah, mata hati adalah benar. Tetapi dalam proses untuk mencapai Tajali dan Makrifat Ilmu Laduni, kita akan terpaksa menempuh ketua segala syaitan iaitu Azazil yang sentiasa akan menyesatkan kita.
    Semoga kita beroleh Illmu yang boleh menyelamatkan kita dari kemurkaan Allah dan neraka Allah yang sememangnya pedih. Aauuzubillah huminanzalik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s